Ilustrasi. (Foto: dompetdhuafa.org)

ZNEWS.ID JAKARTA – Perayaan Idul Adha tidak terlepas dengan ritual pemotongan hewan kurban. Secara bahasa Arab, قربن (Qurban) berarti dekat atau mendekatkan atau disebut juga Udhhiyah atau Dhahiyyah, secara harfiah berarti hewan sembelihan.

Idul Adha diperingati setiap 10 Zulhijah, di mana kaum muslimin yang sedang menunaikan ibadah haji sedang melaksanakan wukuf di Arafah.

Pada hari itu, Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Bagi umat Islam yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan kurban.

Melakukan penyembelihan hewan kurban adalah suatu bentuk kepasrahan seorang hamba kepada Rabb-Nya, sebagai simbol atau tanda ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT. Selain itu, untuk mendekatkan diri kepada-Nya serta hanya mengharapkan rida-Nya.

Sebelum manusia diperintahkan berkurban, para nabi dari Nabi Adam AS sampai Nabi Muhammad SAW diberitahukan terlebih dahulu baik lewat wahyu Allah atau lainnya. Berikut cerita lengkap sejarah kurban yang perlu kita ketahui dari zaman nabi.

Kurban pada Zaman Nabi Adam AS

Bermula ketika adanya perselisihan antara anak-anak Nabi Adam AS dan Siti Hawa yaitu Habil dan Qabil. Qabil lahir kembar dengan Iqlima, sementara Habil lahir kembar dengan Labuda.

Sesuai perintah Allah, maka anak-anak Nabi Adam harus menikah dengan saudara yang bukan pasangan kembarnya (persilangan), Qabil dengan Lubuda dan Habil dengan Iqlima. Namun, perintah tersebut dibantah oleh Qabil, ia beralasan tidak menyukai Labuda karena Labuda tidak secantik Iqlima.

BACA JUGA  Kisah Hijrah Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah (7)

LEAVE A REPLY