Ilustrasi jemaah haji. (Foto: kemenag.go.id/Indah Limy)

ZNEWS.ID MAKKAH – Kepala Seksi Kesehatan Haji Indonesia Muhammad Imran menganjurkan jemaah untuk memerhatikan asupan cairan dengan minum air sesering mungkin. Karena, dehidrasi menjadi pemicu awal penyakit bawaan menjadi berat.

“Kami tetap selalu ingatkan jemaah haji maupun petugas di hotel, di kloter maupun sektor, untuk selalu gunakan masker. Terutama saat keluar dari kamar untuk menjaga karena kita masih dalam situasi pandemi. Jangan lengah, jangan lalai walaupun Arab Saudi sudah longgarkan protokol kesehatan,” kata Imran dikutip dari laman resmi Kemenag.

Ia menegaskan, memakai masker penting untuk menjaga jemaah tidak sampai terinfeksi virus dan harus menjalani isolasi.

“Walaupun gejala sudah sembuh, tetap isolasi harus sampai selesai, baru boleh keluar kamar.  Nah, ini, kan, menghambat aktivitasnya, ini pentingnya menggunakan masker,” terangnya.

Menurutnya, berdasarkan data-data pelayanan tahun sebelumnya, yang paling banyak dirawat baik di rumah sakit maupun Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) adalah mereka yang terkena  pnemonia.

“Nah, cegah pnemonia ini mudah, pakai masker. Sebelum pandemi, kasus radang paru sangat tinggi, apalagi di masa pandemi ini. Jadi, jemaah haji pakai masker di luar kamar, cuci tangan. Semua prokes yang di lakukan di Tanah Air tetap di lakukan saat ibadah di Tanah Suci,” terang Imran.

Kemudian, yang paling penting, karena ini cuaca panas, selain minum air putih, pada saat keluar ruangan, terutama pukul 9-5 sore, gunakan payung untuk menghindari sengatan matahari langsung, bawa botol semprotan air untuk dinginkan suhu permukaan kulit dan untuk mencegah penguapan lebih banyak atau cegah dehidrasi,” kata Imran.

BACA JUGA  Kisah Mat Hori, Tukang Sapu Jalanan yang Bisa Berangkat Haji

LEAVE A REPLY