Dompet Dhuafa Jawa Timur (DD Jatim) meresmikan program Petani Belimbing Berdaya di Desa Bono, Kecamatan Boyolangu  Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (21/6/2022). (Foto: DD Jatim)

ZNEWS.ID TULUNGAGUNG – Pariwisata merupakan sektor yang dapat dijadikan alat pengembangan potensi daerah. Pariwisata juga berpengaruh besar terhadap perkembangan dan kemajuan suatu daerah.

Meningkatnya sektor pariwisata akan membuka lapangan kerja dan kesempatan usaha. Peningkatan pendapatan usaha dan pemerintah akan mendorong sektor yang terkait lebih berkembang.

Dompet Dhuafa Cabang Jawa Timur menangkap peluang ini. Di Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, sedang berkembang potensi agrowisata belimbing. Hampir setiap hari libur, tempat ini selalu dikunjungi wisatawan lokal maupun luar Tulungagung.

Dompet Dhuafa Jawa Timur (DD Jatim) meresmikan program Petani Belimbing Berdaya di Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (21/6/2022). (Foto: DD Jatim)

“Setiap pekan, kebutuhan produk belimbing di sini kurang lebih 1 ton, Mas. Satu bulan antara empat sampai dengan lima ton. Sampai hari ini, kelompok tani Arta Mandiri masih kekurangan. Jangankan untuk dipasarkan keluar daerah atau sepermarket, untuk pengunjung di sini saja masih kekurangan,” Ungkap Udin, Petani belimbing di Tulungagung.

Dia menambahkan bahwa di wilayah Boyolangu, ada kurang lebih 3.596 pohon, hampir 50 persen kondisinya tidak terkelola dengan baik alias mangkrak, hanya dijadikan pakan ternak.

“Eman bianget (sayang banget)  Mas”,  ucapnya.

Potensi dan problem ini melatar belakangi Dompet Dhuafa hadir di Tulungagung. Tepatnya hari Selasa (21/6/2022), Dompet Dhuafa Jawa Timur (DD Jatim) meresmikan program Petani Belimbing Berdaya di Desa Bono Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

BACA JUGA  Berdaya karena Beternak

LEAVE A REPLY