Ilustrasi perdagangan internasional. (Foto: Antara)

Oleh: Wahyu Pratama Nur Anggara (Penerima Manfaat Bakti Nusa 9 Surabaya)

ZNEWS.ID JAKARTA – Perdagangan internasional merupakan salah satu bagian dari kegiatan ekonomi yang akhir-akhir ini mengalami perkembangan pesat. Perhatian dunia terhadap bisnis internasional juga semakin meningkat seiring semakin berkembangnya arus perdagangan barang, jasa, modal, dan tenaga kerja antarnegara.

Ruang lingkup hukum perdagangan internasional cukup luas karena sifatnya lintas batas. Pada awalnya, hubungan perdagangan hanya terbatas pada satu wilayah negara tertentu. Semakin berkembangnya arus perdagangan, hubungan dagang turut melibatkan para pedagang dari negara lain.

Kegiatan ekspor-impor didasari oleh kondisi bahwa tidak ada satu negara yang benar-benar mandiri karena satu sama lain saling membutuhkan dan saling mengisi. Setiap negara memiliki karakteristik yang berbeda, baik sumber daya alam, iklim, geografis, demografi, struktur ekonomi, dan struktur sosial.

Sehingga, perbedaan-perbedaan tersebut menyebabkan variasi komoditas yang dihasilkan. Maka dari itu, negara-negara perlu menjalin suatu hubungan perdagangan untuk memenuhi kebutuhan tiap-tiap negara (Widjaja dan Yani, 2000: 3).

Secara mendasar, hukum perdagangan internasional lahir dari praktik para pedagang. Hukum yang diciptakan oleh para pedagang ini lazim disebut sebagai lex mercatoria (law of merchant). Lex mercatoria tumbuh dari adanya empat faktor.

Pertama, lahirnya aturan-aturan yang timbul dari kebiasaan dalam berbagai pekan raya. Kedua, lahirnya kebiasaan-kebiasaan dalam hukum laut. Ketiga, lahirnya kebiasaan-kebiasaan yang timbul dari praktik penyelesaian sengketa-sengketa di bidang perdagangan. Keempat, berperannya notaris dalam memberi pelayanan jasa-jasa hukum dagang.

Pada tahap perkembangan ini, negara-negara mulai sadar perlunya pengaturan hukum perdagangan internasional. Lantas, mereka mencantumkan aturan-aturan perdagangan internasional dalam kitab undang-undang hukum.

Contohnya, Perancis yang membuat Kitab UU Hukum Dagang (code de commerce) tahun 1807 dan Jerman yang menerbitkan Allgemeine Handelsgezetbuch tahun 1861. Perkembangan selanjutnya adalah munculnya organisasi-organisasi internasional yang mengurusi perdagangan internasional (Adolf, 2005:28).

Secara khusus, tahap ini muncul secara signifikan setelah berakhirnya Perang Dunia II. Salah satu perjanjian multilateral yang ditandatangani pada masa ini adalah disepakati lahirnya GATT tahun 1947. Ciri kedua dalam perkembangan di tahap ini yakni munculnya organisasi internasional.

LEAVE A REPLY