Ilustrasi kurban. (Foto: DD Banten)

ZNEWS.ID JAKARTA – Ibadah haji dan kurban tidak bisa dipisahkan satu sama lain, baik dari sisi historis, waktu pelaksanaan, dan fadilah atau manfaatnya. Umat Islam di seluruh dunia mengiringi haji dengan melaksanakan salat Idul Adha dan menyembelih hewan kurban sebagai syiar agama Allah.

Allah SWT berfirman: “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” (QS Al Kautsar)

Kurban adalah peribadatan yang diunggulkan pada Hari Raya Idul Adha.  Idul Adha sendiri maknanya adalah kembali berkurban, yakni menyembelih kambing, sapi, atau unta, dengan syarat-syarat tertentu setelah salat Idul Adha.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah RA, ia berkata, bahwa Nabi SAW bersabda: “Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Kurban, lebih dicintai Allah selain dari menyembelih hewan Kurban. Sesungguhnya hewan kurban itu kelak di hari Kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan pahala qurban itu.” (HR Tirmidzi, no: 1413)

Hikmah dan manfaat kurban di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Menempatkan Cinta kepada Tuhan sebagai Cinta Tertinggi

Sejak diperintahkan, apa yang diminta dikurbankan adalah barang atau sesuatu yang sangat dicintai atau disukai, yang menunjukkan bahwa Allah sedang menguji apakah seorang hamba itu benar atau sungguh-sungguh mencintai Allah di atas segalanya.

Serta, mau mengorbankan apa saja untuk yang dicintainya, sekaligus menegaskan bahwa Allah adalah pemilik semuanya, termasuk apa-apa yang ada atau dititipkan pada manusia.

2. Mendapatkan Bekal Takwa

Manusia hidup di dunia harus mencari bekal takwa untuk keselamatan di akhiratnya, dengan menjalankan perintah Tuhan, dan menjauhi larangan-Nya. Manusia yang bertaqlkwa akan tumbuh perasaannya bahwa ia adalah hamba atau abdi dari Tuhannya. Berkurban merupakan bentuk ketaatan dan tunduk atas perintah Tuhan.

BACA JUGA  Tips Menyimpan dan Rekomendasi Resep Olahan Daging Kurban

3. Sarana Mendekatkan Diri pada Tuhan

Kurban mempunyai akar kata qaruba, yang membentuk kata: qurb (dekat), taqarrub (mendekatkan diri), aqriba’ (kerabat). Seiring bertambahnya usia, bertambah dekat pula dengan kematian.

Artinya, makin dekat perjumpaan dengan Tuhan. Dengan kurban minimal menjadikan ingat dan insaf, yang pada akhirnya berjumpa dengan-Nya dalam kebaikan.

4. Mengharapkan Kesucian Diri dan Harta

Setiap kebaikan adalah sedekah, yang berfungsi untuk menyucikan diri dan harta. Ibadah kurban adalah amal kebaikan yang amat disukai Allah di Hari Raya Idul Adha. (HR Tirmidzi)

5. Penebus Dosa untuk Mendapatkan Pengampunan

“Hai Fatimah, berdirilah di sisi kurbanmu dan saksikanlah ia, sesungguhnya titisan darahnya yang pertama itu pengampunan bagimu atas dosa-dosamu yang telah lalu.” (HR Al-Bazzar dan Ibnu Hibban)

6. Memupuk Sifat Mahmudah dan Memupuskan Sifat Mazmumah

Melaksanakan kurban dengan penuh penghayatan dapat memupuk sifat mahmudah yang berupa ketaatan, ketundukan atas perintah-Nya, pemurah terhadap sesama, bertobat, menambah rasa syukur, dan lainnya. Di samping itu juga memupuskan sifat mazmumah seperti cinta dunia, kikir, pelit, sombong, dendam, hasad, dengki, dan lain-lain.

7. Meningkatkan Kasih Sayang

Tidak dimungkiri bahwa kurban bermanfaat bagi sesama, menumbuhkan dan meningkatkan kasih sayang, utamanya antara yang kaya dan miskin, merekatkan hubungan yang renggang, wujud kebersamaan dan kerukunannkarena masyarakat saling bersilaturahmi.

8. Syiar Islam, Sunah Nabi Ibrahim AS

Ibadah kurban adalah syiar Islam yang melestarikan millah atau sunah Nabi Ibrahim AS, Nabi yang berjuluk Khalilullah (orang yang sangat dekat dengan Tuhan).

9. Pahala dan Kemudahan Meniti di Atas Shirat

“Tiada suatu amalan yang dilakukan oleh manusia pada hari raya kurban yang lebih dicintai Allah selain daripada menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan kurban itu pada hari kiamat kelak akan datang berserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kukunya, sesungguhnya sebelum darah kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima disisi Allah, maka beruntunglah kamu semua dengan (pahala) kurban itu.” (HR Al-Tarmuzi, Ibnu Majah, dan Al-Hakim)

BACA JUGA  Kurban di Lokasi Bencana, Asa di Bantaran Masamba

Dalam riwayat lain:

“Muliakanlah kurban kamu karena ia menjadi tunggangan kamu di titian (shirat) pada hari kiamat.”

LEAVE A REPLY