PLN Peduli bersama Dompet Dhuafa Sulsel mengadakan Pelatihan Home Industri Gula Semut di Dusun Sipatokkong, Desa Letta, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis -Sabtu, 16-18 Juni 2022. (Foto: DD Sulsel)

ZNEWS.ID PINRANG – Desa Letta merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Pinrang yang banyak ditumbuhi tanaman aren dan sejak lama menjadi salah satu potensi penunjang ekonomi masyarakat setempat. Salah satu bagian utama aren yang banyak dimanfaatkan yaitu nira aren, yang diolah manjadi gula aren cetak.

Bahkan, sebutan untuk pengrajin gula aren ini telah mengenal diversifikasi olahan nira aren menjadi gula semut. Gula semut adalah gula aren yang berbentuk butiran atau kristal.

Gula semut memiliki beberapa keunggulan dibanding gula aren cetak, yaitu lebih praktis diaplikasikan sebagai bahan tambahan makanan dan minuman. Karena dalam tahapan pembuatan gula semut melibatkan pengeringan, maka kadar air gula semut lebih rendah sehingga lebih awet.

Ditinjau dari nilai ekonominya, gula semut harganya lebih tinggi dibanding gula aren cetak. Selain itu, gula semut lebih praktis dalam pengemasan, penyimpanan, dan distribusi.

PLN Peduli bersama Dompet Dhuafa Sulsel mengadakan Pelatihan Home Industri Gula Semut di Dusun Sipatokkong, Desa Letta, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis -Sabtu, 16-18 Juni 2022. (Foto: DD Sulsel)

Namun, di balik berbagai keunggulan tersebut, masih terdapat tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah proses pengolahan yang belum banyak masyarakat ketahui.

Selama ini, proses pembuatan gula semut dinilai rumit dan membutuhkan mesin kristalisasi yang mahal. Sehingga, menyulitkan warga pelosok untuk mengaksesnya.

Melihat kendala itu, PLN Peduli bersama Dompet Dhuafa Sulsel mengadakan Pelatihan Home Industri Gula Semut di Dusun Sipatokkong, Desa Letta, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis -Sabtu, 16-18 Juni 2022.

BACA JUGA  Dompet Dhuafa Sulsel Sedekah Alquran ke Pedalaman Luwu Utara

LEAVE A REPLY