Pentingnya Menananamkan Sikap Empati pada Anak sejak Dini. (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID JAKARTA – Menanamkan sikap tolong-menolong dan berempati kepada anak merupakan hal yang penting. Namun, menanamkan sikap tersebut pada anak membutuhkan waktu dan kesabaran.

Psikolog Keluarga Anna Surti Ariani SPsi MSi, mengatakan bahwa menanamkan sikap empati kepada anak tidak akan muncul secara langsung. Pembelajaran tersebut harus dipraktikkan berulang kali dan bertahap.

“Jadi, kita perlu memahami dulu bahwa kemampuan menolong, kemampuan berbagi itu tidak muncul secara langsung, namun bertahap,” kata Anna saat diskusi daring, dilansir dari Antara.

“Ada ahli-ahli perkembangan yang menyebutkan bahwa untuk bisa betul-betul sadar untuk berbagi, itu paling nggak dia perlu melewati beberapa tahap. Setidaknya tiga tahap dulu. Artinya, itu baru usia sekitar SMP untuk betul-betul menyadari secara utuh dia bisa berbagi,” sambungnya.

Anna kemudian menjelaskan ketiga tahapan tersebut. Tahap pertama adalah tahap prasekolah. Di usia tersebut, anak belum melakukan tindakan berbagi berdasarkan kesadarannya sendiri.

Menurut Anna, ketika anak prasekolah berbagi kepada orang lain, hal tersebut dilakukan karena sang anak tahu bahwa itu merupakan tindakan yang dipuji oleh orang tuanya.

“Kalau masih prasekolah, kemungkinan tahap yang dia alami itu adalah baru dia berbagi lebih karena dia tahunya itu adalah hal yang dipuji oleh orang tuanya. Bukan karena dia sadar kalau itu memberikan kebaikan,” kata Anna.

“Tahapan berikutnya biasanya dialami oleh anak SD awal, itu adalah ketika seorang anak menolong atau berbagi adalah karena dia merespons saja apa yang diminta oleh orang lain. Jadi, ibaratnya disuruh sama orang tuanya, baru dia melakukannya,” tambahnya.

BACA JUGA  IDEAS Temukan Kecilnya Anggaran Kesehatan di RAPBN 2021

LEAVE A REPLY