Sekolah Guru Indonesi (SGI) Dompet Dhuafa Sulsel kembali membuka Workshop dan Sosialisasi Program Organisasi Penggerak (POP) SGI 2022 di Makassar, Minggu (5/6/2022). (Foto: DD Sulsel)

ZNEWS.ID MAKASSAR – Sekolah Guru Indonesi (SGI) Dompet Dhuafa Sulsel kembali membuka Workshop dan Sosialisasi Program Organisasi Penggerak (POP) SGI 2022 di Makassar, Minggu (5/6/2022). POP adalah program pemberdayaan masyarakat yang melibatkan organisasi secara masif melalui dukungan pemerintah untuk peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah, berdasarkan model-model pelatihan yang sudah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa.

SGI Dompet Dhuafa hadir untuk melakukan kolaborasi antarguru dalam mewujudkan program tersebut. Pop tahun 2022 merupakan program Organisasi penggerak tahap kedua.

Dikelola oleh aktivis SGI bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan melibatkan 20 orang kepala sekolah dari masing-masing wilayah. Sebanyak 10 orang dari Kota Makassar dan 10 orang dari Kabupaten Maros.

Di tahap kedua ini, pelatihan akan dilakukan secara luring di kecamatan masing-masing. Materinya lanjutan dari materi pelatihan angkatan sebelumnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, H Wahyiddin SE MM, hadir sebagai pembicara. Ia menyampaikan bahwa pihaknya selalu mendukung program yang meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan inovasi pembelajaran.

“Tantangan hari kemarin semoga tidak terulang di hari ini. Besar harapan kami agar kepala sekolah senantiasa mengingatkan guru-gurunya untuk terlibat aktif dalam kegiatan POP,” tutur Wahyiddin.

Eli Elliyani SP selaku Kepala SD INPRES Mariso 2, menyambut hangat kegiatan ini. Eli mengatakan bahwa kegiatan ini akan membantu meningkatkan kompetensi guru dalam menggerakkan pendidikan di sekolah. Ia akan mendorong para guru di sekolahnya untuk mengikuti kegiatan ini secara aktif.

Rawiah Mpd selaku Korwil SGI Sulsel, menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan seperti ini sangat dibuutuhkan oleh guru dalam meningkatkan kompetensinya. Dan, membangun perubahan positif di dalam sekolah dan kelas ajarnya. (DD Sulsel)

BACA JUGA  Bantu Muslim Pedalaman, Dompet Dhuafa Sulsel Kirim Dai ke Pedalaman Sinjai

LEAVE A REPLY