Ilustrasi jemaah calon haji. (Foto: Antara/Eddy Abdillah)

ZNEWS.ID JAKARTA – Kementerian Kesehatan menyebutkan 35,81 persen dari total 100.051 jemaah calon haji masuk dalam kategori risiko tinggi, yakni orang lanjut usia dan memiliki penyakit penyerta (komorbid).

“Kalau kita filter lagi, dari 35 persen ini ada 25.481 orang yang risiko tinggi dengan komorbid,” ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji, Kemenkes Budi Sylvana dilansir dari Antara.

Budi mengatakan bahwa dalam rencana operasional haji tahun ini petugas akan fokus kepada jemaah yang berisiko tinggi, namun tidak melupakan jemaah yang lain.

“Itu karena keterbatasan petugas kesehatan untuk melayani jemaah haji. Tahun ini kita ada pengurangan jumlah. Tahun kemarin ada 1.832 petugas yang kita tugaskan, tahun ini 776 orang petugas kesehatan yang kita siapkan,” tuturnya.

Budi menambahkan, pihaknya juga akan memberikan gelang khusus bagi kelompok yang sangat berisiko tinggi kepada calon haji untuk memantau kondisi kesehatannya.

“Gelang itu semacam smart watch yang akan digunakan oleh jemaah yang sangat berisiko tinggi. Kesehatan jemaah yang berisiko tinggi tahun ini akan dimonitor oleh petugas melalui sistem, mudah-mudahan ini bisa lebih efektif dalam pelaksanaan di lapangan,” tuturnya.

BACA JUGA  Kemenkes Kembangkan Laboratorium Uji Spesimen Corona

LEAVE A REPLY