Ilustrasi ibadah haji (Foto: kemenag.go.id/Indah Limy)

ZNEWS.ID JAKARTA – Kementerian Kesehatan RI mengusung jargon “Jangan Tunggu Haus” pada musim haji 2022 untuk mencegah kejadian dehidrasi pada calon jemaah haji di tengah situasi cuaca panas di Arab Saudi.

“Hashtag kami tahun ini Jangan Tunggu Haus sebab suhu harian di Arab Saudi rata-rata 42-45 derajat Celcius,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI, Budi Sylvana, dilansir dari Antara.

Budi mengatakan bahwa tim advance Kemenkes RI telah melakukan analisa situasi cuaca di Arab Saudi.

“Diperkirakan cuaca panas akan memuncak hingga 55 derajat Celcius. Saya baru dari sana, memang cuacanya cukup panas,” ujarnya.

Bahkan, Budi menyebut terik matahari di Arab Saudi pada Juni dan Juli 2022 lebih panas dari situasi ibadah haji 2019. Ia menambahkan, minum air putih dengan takaran minimal 2 liter per hari efektif mencegah risiko dehidrasi pada calon haji.

“Kadang calon haji tidak sadar, karena dia tidak berkeringat, merasa tidak haus karena lembap udaranya,” ujarnya.

Selain jangan menunda haus, kata Budi, Kemenkes juga menyarankan calon haji untuk menghindari rutinitas yang tidak penting di luar ruangan.

“Misalnya, berbelanja, berziarah, umrah berkali-kali. Kita sarankan fokus dulu pada wajib hajinya. Wukuf di Arafah, Musdalifah, dan Mina. Setelah itu baru beribadah di tempat lain,” katanya.

BACA JUGA  Kemenkes Benarkan 127 WN India Eksodus ke Indonesia

LEAVE A REPLY