Ilustrasi ibu menyusui. (Foto: iStock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dokter anak dan konselor laktasi yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Citra Amelinda SpA IBCLC MKes, mengatakan bahwa semakin sering ibu menyusui anaknya maka produksi ASI akan semakin lancar.

“Susui dulu bayi, nanti ASI-nya akan tambah banyak, bukan menunggu ASI keluar baru menyusui. Semakin sering disusui, akan semakin banyak (ASI) yang diproduksi,” kata Citra saat acara virtual.

Citra menjelaskan, ada dua hormon yang berpengaruh besar terhadap aktivitas menyusui yakni hormon prolactin yang berfungsi untuk memproduksi ASI dan hormon oxytocin yang berfungsi untuk mengeluarkan ASI dengan lancar.

Kedua hormon tersebut, kata Citra, sebenarnya sudah ada sejak kehamilan namun belum bekerja secara optimal. Kemudian saat melahirkan, barulah kedua hormon tersebut mulai bekerja.

“Begitu melahirkan, hormon kehamilan drop dan langsung ditukar oleh hormon menyusui. Tapi, ganti shift hormon ini pelan-pelan. Hari-hari pertama meskipun belum ada ASI-nya tetap disusui, karena dengan proses si bayi menjilat puting ibunya akan merangsang sinyal ke otak agar hormon menyusuinya lancar dan ASI dikeluarkan,” ujarnya.

Citra melanjutkan bahwa satu bulan pertama merupakan masa-masa yang sangat penting untuk memastikan produksi ASI lancar. Rata-rata, produksi ASI biasanya mulai lancar di minggu ketiga.

Tidak usah memikirkan pumping dulu kalau belum lancar. Artinya, kata dia, ASI itu layaknya mata air. Pastikan mata airnya lancar. Jika ada kesulitan menyusui atau sakit saat menyusui, segera konsultasi. Itu akan lebih mudah diatasi di satu bulan pertama.

“Kalau sudah lancar, produksi ASI-nya rata-rata antara 750 sampai 900 mililiter per hari. Bulan satu, dua, tiga, itu enggak beda jauh,” katanya.

BACA JUGA  9 Golongan yang Boleh Tidak Puasa Ramadan

LEAVE A REPLY