Ilustrasi kurban jantan atau betina. (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID JAKARTA – Kurban jantan atau betina merupakan tema pembahasan tahunan yang selalu dibicarakan umat Islam. Karena setiap muslimin pasti berikhtiar memberikan hewan kurban sebaik-baiknya, seafdal-afdalnya dan tentu yang paling utama.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai hewan kurban jantan atau betina, perlu kita ketahui dahulu dalil yang mensyariatkan dan hukum berkurban.

Dalil yang Mensyariatkan Kurban

Dasar ibadah kurban dapat dibaca dalam QS Al-Kautsar ayat 2 sebagai berikut:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya: “Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah).”

Sedangkan dalil berdasarkan hadis Nabi yaitu hadis riwayat Imam Bukhari dari Anas bin Malik, sebagai berikut:

ضحى رسول الله صلى الله عليه وسلم بكبشين املحين اقرنين فرايته واضعا قدميه على صفاحها يسمي ويكبر فذبحها بيده

Artinya: “Nabi SAW berkurban dengan dua kambing gemuk dan bertanduk. Saya melihat Nabi SAW meletakkan kedua kakinya di atas pundak kambing tersebut, kemudian Nabi SAW membaca basmalah, takbir dan menyembelih dengan tangannya sendiri.”

Selain itu Juga terdapat hadis riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda;

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلا يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

Artinya: “Barangsiapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berkurban, maka janganlah dia mendekati tempat salat kami.”

BACA JUGA  Tangis Bahagia Oppung Pecah saat Tahu DD Sumsel Membantunya Berkurban

LEAVE A REPLY