Ilustrasi Formula E-prix. foto: motorsport.com

ZNEWS.ID, JAKARTA – Suara ban menderu debu di jalanan aspal, mobil listrik ini digeber melaju hingga 101,250 km, tercatat dalam balapan formula E-Prix, Berlin, Jerman di tahun 2019 lalu dengan durasi balap 37 lap dan jarak lintasan 2,25 km dalam 50 menit, seperti dilansir dari arstechnica.com.

Mobil formula E-prix ini melaju mendesing mengejar satu dengan yang lainnya, pedal gas meraung-raung menjadi tanda dibukanya helatan aksi green sportainment atau yang biasa disebut dengan Formula E.

Di awal Juni mendatang, atau lebih lengkapnya 4 Juni 2022, hajatan balap mobil listrik dunia tersebut akhirnya berhasil diwujudkan berkat dukungan dari Panitia Federation Internationale de l’Automobile (FIA) Formula E jakarta E-Prik Bersama JakPro, PLN, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Tentu yang unik selain melihat mobil-mobil menderu gahar namun pagelaran ini juga didukung dengan Energi Terbarukan (EBT). Seperti yang dikatakan General Manager PLN Unit Distribusi Utama Jabodetabek, Doddy B Pangaribuan, daya listrik yang dibutuhkan dalam ajang balap mobil listrik sebesar 7 mega volt ampere, dengan total investasi untuk memenuhi kebutuhan listrik Formula E sebesar Rp 7 miliar.

“Melalui REC, PLN memastikan energi yang digunakan berasal dari pembangkit berbasis energi terbarukan (EBT) yang diaudit oleh sistem pelacakan internasional, APX TIGRs, yang berlokasi di California, Amerika Serikat. Dengan begitu, penyelenggara Formula E bisa membuktikan eksistensinya dalam berkontribusi mengurangi emisi karbon dengan memanfaatkan energi dari pembangkit energi terbarukan di Indonesia,” kata Doddy kepada wartawan, Selasa, (1/5/2022).

Untuk mendukung perhelatan internasional ini, PLN telah menyiapkan saluran kabel tegangan menengah yang telah terbentang sepanjang 6,8 kilometer persegi.

Pembangunan gardu induk tersebut sudah mencapai 80 persen dan direncanakan selesai 100 persen pada 25 Mei 2022.

BACA JUGA  Electric Brands eBussy, Mobil Listrik Mungil yang Punya Banyak Fungsi

Selain REC, kata dia, pihaknya siap mendukung kehandalan pasokan listrik selama pelaksanaan Formula E dengan menyiapkan power supply berlapis dengan backup dan UPS backup.

Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yaitu Langit Biru untuk mendukung terciptanya udara bersih di Jakarta.

Secara makro, negeri Indonesia gemah ripah loh jinawi (subur dan makmur) ini diketahui memiliki banyak sumber energi yang terpendam di Indonesia seperti batu bara, minyak bumi, gas alam, dan juga biomassa. Namun, semuanya dapat merusak bumi apabila digunakan secara berlebihan dan energi-energi tersebut dapat habis, dan butuh waktu jutaan tahun untuk tergantikan dengan energi yang baru.

Nah, beberapa waktu terakhir ini Pemerintah tengah gencar mengejar penggunaan energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen dari yang ditargetkan hingga 2025. Termasuk target sebesar 29 persen hingga 2030 mendatang, hingga nanti akhirnya Pemerintah menargetkan tercapainya net zero emission (nol emisi karbon) pada 2060 mendatang.

Formula E ini jika ditilik lebih dalam justru memiliki aturan yang saklek terkait waktu balapan, di manapun balapan dimainkan. FIA memastikan bahwa balapan mobil listrik ini akan dimainkan selama 45 menit plus 1 lap tambahan.

Mobil listrik yang menempuh jarak tersebut diketahui tidak akan mengalami habis baterai. Pasalnya, saat ini Formula E telah menerapkan inovasi teknologi Gen2 pada mobil balap listriknya.

Dengan begitu, dapat dipastikan bahwa mobil balap listrik Formula E mampu melibas seluruh putaran balapan tanpa harus mengganti kendaraan. Jumlah energi mobil listrik itu saat ini digandakan menjadi 54 kWh.

Mobil balap listrik Formula E tersebut memiliki daya baterai sebesar 200 kW. Daya itu bisa meningkat menjadi 250 kWh jika pembalap menggunakan fitur Attack Mode dalam balapan.

BACA JUGA  Lebih Mudah, Begini Cara Merawat Mobil Listrik

Bentuk Lintasan Kuda Lumping

Secara spesifikasi, panjang lintasan balap 2,4 km dan memiliki layout searah jarum jam dengan total dengan lebar 16 meter (kiri dan kanan trek masing-masing 2 meter), serta panjang garis lurus 600 meter. Bentuknya menyerupai kuda lumping, sang desainer juga tak lupa memasukkan unsur budaya  lokal di dalam ajang internasional.

sirkuit Formula E-Prix Indonesia 2022. foto: mobilina

Memang dalam ajang yang baru pertama kali digelar ini juga belum sempurna 100% namun yang asti sudah mendekati dengan angka tersebut, seperti area balapnya sisi run off nya juga tidak ada jadi dibutuhkan ketrampilan si pembalap dalam mengemudikan laju mobilnya dan kemudian perlu ditambahkan lagi beberapa panel surya dimana disitu dalam menangkap listrik secara terjangkau dan menjadikan sebuah energi bersih.

Melihat dari sisi besarnya, Indonesia sebagai salah satu paru-paru dunia diharapkan perlu bergerak cepat dalam mengambil peran penting untuk memitigasi risiko pemanasan global di skala lokal maupun internasional.

Namun ajang ini sudahlah baik dan patut diapresiasi secara baik oleh kita bersama. Layaknya air di dalam tampungan yang menetes sedikit demi sedikit lama-lama menjadi penuh, yang artinya ajang ini dijalankan secara simultan hingga akhirnya mencapai kesempurnaan, yang terpenting bagaimana kita sebagai masyarakat peduli dengan ajang tersebut dengan tidak merusak ataupun mencaci namun diharapkan dapat membeikan solusi yang membangun kedepannya.

LEAVE A REPLY