DMC Dompet Dhuafa melakukan pelatihan penyelamatan dan pencarian di bawah permukaan air di Pulau Tunda, Kabupaten Serang, Banten, selama tiga hari. (Foto: DMC DD)

Kematian akibat tenggelam ditemukan di semua kelompok ekonomi dan wilayah. Namun, negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah menyumbang lebih dari 90% kematian tenggelam yang tidak disengaja atau setara 212.400 jiwa, lebih dari separuh kasus tenggelam di dunia terjadi di Wilayah Pasifik Barat WHO dan Wilayah Asia Tenggara WHO.

Secara global, ditemukan korban tenggelam terbanyak berada direntang usia, anak-anak 1-4 tahun, diikuti oleh anak-anak 5-9 tahun.

Lebih jauh dijelaskan, kematian dunia akibat tenggelam semasa bencana banjir mencapai 75% atau setara dengan 177.000 penduduk. Kejadian ini bisa menjadi lebih parah sebagai akibat dari perubahan iklim.

Risiko korban tenggelam akibat banjir paling sering ditemukan di negara berpenghasilan rendah dan menengah di mana orang tinggal di daerah rawan banjir dan kemampuan untuk memperingatkan, mengungsi, atau melindungi masyarakat dari banjir lemah atau belum berkembang dengan maksimal.

DMC Dompet Dhuafa melakukan pelatihan penyelamatan dan pencarian di bawah permukaan air di Pulau Tunda, Kabupaten Serang, Banten, selama tiga hari. (Foto: DMC DD)

Pada 2017 di Indonesia, ditemukan rata-rata kematian akibat tenggelam mencapai 2,2 per 100.000 penduduk, atau setara dengan 5.823 korban tenggelam.

“Tim DMC Dompet Dhuafa berlatih untuk aksi penyelamatan air di kedalaman 5 meter, 15 meter, 20 meter, dan seterusnya. Pelatihan ini bertujuan ketika ada upaya pemyelamatan yang membutuhkan keahlian deep water rescue, teman-teman DMC selalu siap sedia,” jelas Haryo Mojopahit, Chief Executive DMC Dompet Dhuafa.

“Ada beberapa pengalaman deep water rescue yang pernah dilakukan oleh DMC Dompet Dhuafa, misalnya kasus Sriwijaya Air, Lion Air, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, menjaga kompetensi dan menjaga kesiapsiagaan para personil akan terus selalu dilakukan,” imbuhnya.

BACA JUGA  DMC Dompet Dhuafa Santuni Anak Yatim Piatu

LEAVE A REPLY