Ilustrasi hipertensi. (Foto: pixabay.com)

ZNEWS.ID JAKARTA – Hari Hipertensi Sedunia atau World Hypertension Day (WHD) 2022 diperingati setiap 17 Mei. Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Measure your blood pressure, control it, live longer”. Tema tersebut menekankan betapa pentingnya mengukur dan mengendalikan tekanan darah untuk mencapai hidup yang berkualitas.

Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi atau Indonesian Society of Hypertension (InaSH), dr Erwinanto SpJP (K) FIHA FAsCC, mengatakan bahwa tekanan darah harus dikendalikan baik bagi pasien hipertensi maupun individu yang tidak menderita hipertensi.

Bukti penelitian yang ada secara konsisten memperlihatkan bahwa penurunan tekanan darah bagi pasien hipertensi menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, stroke, dan gagal ginjal. Selain berhubungan dengan tingkat kematian tinggi juga menghabiskan biaya terbesar dari penyakit katastropik di Indonesia.

“Sedangkan bagi individu yang bukan penyandang hipertensi, tekanan darah juga perlu dikendalikan untuk mencegah terjadinya hipertensi,” ujar Erwinanto dalam peringatan Hari Hipertensi Sedunia 2022.

Erwinanto menjelaskan, setiap peningkatan tekanan darah sebesar 20/10 mm Hg, dimulai dari tekanan darah 115/75 mm Hg, berhubungan erat dengan peningkatan kematian akibat penyakit jantung koroner dan stroke sebesar dua kali.

Peningkatan tekanan darah juga meningkatkan kejadian penyakit ginjal secara bermakna. Di tingkat masyarakat, pencegahan hipertensi diharapkan dapat menurunkan prevalensi hipertensi.

Survey May Measurement Month yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia pada 2017 yang mengikutsertakan partisipan di daerah perkotaan berusia muda (umur rerata 43 tahun), menunjukkan hanya 52,5 persen penyandang hipertensi yang minum obat penurun tekanan darah.

BACA JUGA  Mengenal Aritmia, Penyebab Henti Jantung dan Penanganannya

LEAVE A REPLY