Ilustrasi Cara Mempertahankan Keuangan Usaha Fesyen Setelah Lonjakan Omzet Ramadan dan Lebaran. (Shutterstock/Odua Images)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pelaku usaha yang telah sukses mendorong pertumbuhan bisnisnya selama Ramadan hingga Idul Fitri 1443 H perlu tetap mengantisipasi penurunan omzet penjualan setelah hari raya, baik dalam jumlah kecil maupun besar.

Sebab, lonjakan permintaan selama Ramadan hingga jelang Lebaran merupakan dampak dari perubahan kebutuhan masyarakat. Sedangkan kebutuhan usai Idul Fitri umumnya kembali seperti semula.

Head of Commerce Zilingo Indonesia, Kang Ay Lie, menbagikan tips agar bisnis yang sudah berkembang bisa bertahan setelah transaksi melonjak saat momen Ramadan dan Lebaran.

Kelola Keuangan secara Bijak

Omzet penjualan yang naik signifikan sebaiknya dilihat sebagai akselerasi dalam perkembangan usaha Anda. Lonjakan permintaan seperti saat jelang hari raya tidak datang sepanjang tahun.

Jika usaha Anda telah sukses memanfaatkan momen Ramadan hingga jelang Lebaran untuk mendulang keuntungan, mulailah mengelola hasil penjualan dengan bijak. Sehingga, Anda tidak perlu khawatir jika omzet menurun setelah hari raya berakhir.

Keuntungan selama Ramadan bisa dialokasikan ke berbagai kebutuhan bisnis, seperti pembayaran biaya operasional hingga dana darurat.

Lunasi Pinjaman Modal

Dalam menjalankan usaha, tidak jarang pemilik usaha perlu mengajukan pinjaman modal untuk mendukung operasional bisnisnya. Hal ini sah-sah saja selama dana yang dipinjam menjadi utang yang produktif.

BACA JUGA  Peluang Tersembunyi di Balik Usaha Hampers di Masa Pandemi 

LEAVE A REPLY