Ilustrasi Belajar Kehidupan dari Lari Maraton. (Foto: Shutterstock)

Ada jantung yang akan selalu kuat memberikan suplai darah untuk seluruh tubuh, ada otot yang memberikan kekuatan dalam langkahnya, ada saraf yang mengatur koordinasi pergerakannya, dan masih banyak lagi keajaiban dalam tubuh kita yang menemani kita kapanpun dimanapun.

Seseorang pertama dan selalu ada yang bisa memberikan semangat untukmu adalah dirimu sendiri!

  • Sakit! Apakah Saatnya untuk Menyerah?

Sakit yang dierita seorang pelari sangat beranekaragam dan berbeda tingkat keparahannya. Jika kita menganalisis lebih dalam tentang sakit tersebut kita dapati dua hal besar yang bisa menjadi sorotan penting.

Pertama, sakit itu timbul ketika kita melakukan pergerakan yang salah. Kesalahan yang fatal pelari pemula yang sering terjadi ialah mereka lebih mementingkan kecepatan lari (pace) dibandingkan keergonomisan dari pergerakan larinya.

Kedua, sakit bisa datang ketika seharusnya kita meningkatkan intensitas kita, namun kita tetap pada kecepatan yang lambat. Ketika core pelari sudah panas dan siap untuk berakselerasi tinggi haruslah disertai dengan simultan peningkatan kecepatan yang sesuai.

Kedua hal itu memberikan pelajaran bahwa kesakitan yang terjadi dalam kehidupan ialah tanda ada sesuatu yang tidak sesuai dengan ideal seharusnya. Atau, itu juga bisa berarti menandakan bahwa kita harus segera meng-upgrade pengetahuan dan keterampilan kita agar tidak timbul sakit yang seharusnya bisa dikuasai sejak awal.

Masih banyak pelajaran kehidupan yang bisa kita ambil hikmah didalamnya. Sejatinya kita manusia haruslah senantiasa membaca momentum yang terjadi dalam kehidupan sebagai suatu hal yang memberikan cahaya petunjuk untuk masa depan yang lebih baik.

Dunia takkan semakin mudah,
Namun kitalah yang akan semakin kuat!

Narasi ini diuntai penulis dalam setiap derap langkah marathon Virtual Duathlon 4 April 2022 7’56” 2:46:56. (baktinusa.id)

BACA JUGA  Ternyata Sit-up Tak Efektif Bakar Lemak di Perut

 

LEAVE A REPLY