Ilustrasi Belajar Kehidupan dari Lari Maraton. (Foto: Shutterstock)

Oleh: Huda Ardansyah

ZNEWS.ID JAKARTA – Lari termasuk ke dalam jenis olahraga kardio yang tidak terlalu memerlukan peralatan yang banyak. Cukup mempersiapkan sepatu, kamu bisa melakukan olahraga ini.

Lari termasuk dalam olahraga tipe kardio. Kardio adalah tipe olahraga yang baik untuk kesehatan jantung. Selain lari, olahraga lain yang termasuk kardio, di antaranya berjalan, berenang, bersepeda, dan senam aerobik.

Lari maraton adalah salah satu tipe lari jarak jauh (42 km) dan termasuk jenis olahraga berat. Belum tentu pelari jarak 5, 10, ataupun 21 kilometer dapat melakukan lari maraton.

Persiapan lari maraton juga berbeda dengan lari biasa. Selain harus latihan secara rutin, pelari maraton juga wajib menjaga pola makan. Latihan rutin akan meningkatkan daya tahan tubuh (endurance) sehingga dapat menempuh jarak jauh.

Maraton dapat melatih dua hal yang serupa tapi tak sama. Yaitu, endurance dan resilience. Endurance (daya tahan tubuh) melatih untuk bisa seberapa kuat stamina yang dimiliki pelari. Sedangkan Resilience berarti kemampuan untuk pulih dan bangkit saat mengalami sesuatu yang tidak sesuai hati.

Ketika maraton, pelari dapat melatih resilience yang dimilikinya untuk bisa seberapa kokoh mental yang menjadi kekuatan dalam setiap langkahnya.

Endurance dan Resilience.
Seberapa kuat stamina yang kau punya?
Seberapa kokoh mental yang membara?

Lari maraton selain bisa menguatkan tubuh dan meningkatkan kesehatan, ternyata banyak hikmah kehidupan yang bisa diambil pelajaran.

BACA JUGA  Agar Lansia Tetap Aktif dan Tidak Mudah Jatuh

LEAVE A REPLY