Ilustrasi Dinamika Peran dan Hidup. (Foto: shutterstock)

Oleh: Zharfa Hafizhotul Qonita (Penerima Manfaat Bakti Nusa 11)

ZNEWS.ID JAKARTA – Manusiawi ketika kita menyadari bahwa kita penuh salah dan dosa, penuh luka dan duka, penuh masalah dan terkadang penuh kebahagiaan.

Manusiawi ketika kita sangat menyadari bahwa apa yang saat ini kita rasakan adalah hal yang sulit untuk diungkapkan, masih banyak kesalahan yang perlu untuk kita ingat dan renungkan.

Ketika kita melihat bagaimana dahulu kisah Rasulullah yang sangat panjang dalam berdakwah, menyadari betapa banyak sekali jenis dan sifat manusia yang perlu beliau pahami.

Mungkin banyak sekali kisah sahabat nabi dengan latar belakang yang berbeda-beda. Mulai dari Umar bin Khattab seseorang kafir yang sangat dalam memerangi Islam, kisah Bilal bin Rabbah yang mungkin berasal dari golongan miskin, tidak memiliki apa-apa, hingga Abdurrahman bin Auf seorang yang sangat kaya raya dari golongannya.

Mereka semua berlatar belakang berbeda-beda, keunikan, bahkan ciri khas yang berbeda.

Pun hal yang sama ketika kita melihat ulama-ulama kita terdahulu yang sangat kreatif dalam membuat dakwah di Jawa berkembang. Mulai dari menggunakan wayang, gamelan, selawatan, dan hal lain yang sangat menyesuaikan kultur di areanya. Ya, menyesuaikan.

Oke, kalau kita lihat kegiatan kita saat ini, dalam setiap orang itu memiliki perannya sendiri. Kita percaya itu. Namun, bagaimana akhirnya peran itu bukan sebagai hal untuk saling menyalahkan, tapi saling mendukung untuk menjadi orang yang lebih baik. Dan, demi tercapainya tujuan yang sama.

BACA JUGA  Penyembuh Bernama Al-Qur'an

LEAVE A REPLY