Ilustrasi: LKC Dompet Dhuafa Papua menggelar Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) kepada anak-anak di Jayapura, Sabtu dan Minggu, 17 dan 18 Oktober 2020. (Foto: LKC DD Papua)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dokter Anak dari Universitas Indonesia, dr Mesty Ariotedjo SpA, mengatakan bahwa mengajari anak mencuci tangan bisa membantu mencerdaskannya.

Mesty mengutip studi yang mengungkapkan bahwa mencuci tangan termasuk salah satu bentuk stimulasi perkembangan anak selain menjaga kebersihan dan kesehatannya.

“Jangan lupa ajarkan cuci tangan selain untuk menjaga kebersihan, kesehatan, juga untuk mencerdaskan si kecil,” kata dia dalam acara kesehatan yang digelar daring.

Studi memperlihatkan anak yang diajarkan mencuci tangan sejak sebelum usia 9 bulan, dibandingkan dengan anak yang tidak diajarkan mencuci tangan, mengalami kejadian diare lebih rendah. Kejadian diare ditambah kurangnya asupan gizi anak berkontribusi pada pertumbuhan serta perkembangan anak yang tak optimal.

“Kalau kita tidak bersih, misalnya jarang cuci tangan, kuman masuk, anak akhirnya diare, anak gizinya tidak bagus, lalu mengalami stunting. Akhirnya, si kecil tidak tumbuh dan berkembang optimal,” jelas Mesty, dilansir dari Antara.

Di sisi lain, mencuci tangan yang melibatkan beberapa gerakan seperti menggosok tangan mengikuti aturan melatih kemampuan anak dari segala aspek termasuk sensoris.

“Cuci tangan adalah stimulasi, yakni gosok-gosok tangan mengikuti urutan, kecerdasannya makin banyak, bersentuhan dengan air, melatih kemampuan sensoris, jadi kecerdasannya dari segala aspek itu lebih baik dibandingkan anak yang diajarkan mencuci tangan di atas usia 9 bulan,” jelas Mesty.

BACA JUGA  Pengenalan Pola Hidup Sehat pada Anak Perlu Contoh dari Orang Tua

LEAVE A REPLY