Melalui Mitra Gapoktan Bina Mulya, Dompet Dhuafa menyalurkan zakat dari para muzaki kepada 479 penerima manfaat di Desa Beberan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (14/4/2022). (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID SERANG – Sebagai lembaga zakat yang mengutamakan asas pemberdayaan, Dompet Dhuafa terus berupaya memperluas manfaat yang sebanyak-banyaknya. Seperti yang terjadi di Desa Beberan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten.

Di desa ini, Dompet Dhuafa hadir dengan berbagai macam intervensi. Mulai dari kegiatan filantropi hingga permberdayaan ekonomi.

Di bulan yang suci dan penuh keberkahan, Dompet Dhuafa kembali hadir di tengah masyarakat Beberan dengan program Tebar Zakat Fitrah. Pada Kamis (14/4/2022), melalui Mitra Gapoktan Bina Mulya, Dompet Dhuafa menyalurkan zakat dari para muzaki kepada 479 beneficiary.

Melalui Mitra Gapoktan Bina Mulya, Dompet Dhuafa menyalurkan zakat dari para muzaki kepada 479 penerima manfaat di Desa Beberan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (14/4/2022). (Foto: Dompet Dhuafa)

Para penerima manfaat datang dari tiga kampung, yaitu Kampung Ciwuni, Kampung Cibau, dan Kampung Cimiung. Warga datang ke kediaman Mardiyanto, Ketua Gapoktan Bina Mulya, di Kampung Cibau untuk mengambil beras. Beberapa juga disalurkan ke rumah-rumah bagi yang tidak mampu datang.

Mardiyanto menyampaikan ucapan terima kasih dari para penerima manfaat. Melalui Mardiyanto, para penerima manfaat mengaku senang karena tahun ini Desa Beberan dipilih menjadi salah satu lokasi distribusi Tebar Zakat Fitrah Dompet Dhuafa.

Melalui Mitra Gapoktan Bina Mulya, Dompet Dhuafa menyalurkan zakat dari para muzaki kepada 479 penerima manfaat di Desa Beberan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (14/4/2022). (Foto: Dompet Dhuafa)

Menurut Mardiyanto, sebelum Tebar Zakat Fitrah Dompet Dhuafa hadir di sini, masyarakat mendapat zakat fitrah dari hasil penghimpunan swadaya di masjid-masjid. Hadirnya Tebar Zakat Fitrah Dompet Dhuafa dirasanya dapat memperluas penerima manfaat.

Meski bermata pencaharian utama sebagai tani, beberapa tahun terakhir, warga Beberan mengeluh karena hasil yang didapatnya tak sebanding dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan. Beberapa warga memiliki lahannya sendiri, sedangkan sebagian besar rata-rata bekerja sebagai buruh tani.

BACA JUGA  DMC DD Laporkan Belasan Huntara untuk Penyintas Semeru Sudah Dibuat

LEAVE A REPLY