Aktor Bruce Willis mengalami gangguan otak yang disebut aphasia. (Foto: REUTERS/Henry Nicholls)

ZNEWS.ID JAKARTA – Kabar mengenai bintang film Bruce Willis yang memutuskan pensiun dari dunia akting karena menderita afasia telah menimbulkan pertanyaan mengenai gangguan komunikasi yang masih kurang dipahami oleh masyarakat.

“Afasia hanya berarti bahwa seseorang memiliki masalah dengan bahasa yang tidak mereka alami sejak lahir,” kata ahli saraf Mayo Clinic di Minnesota, Hugo Botha, dikutip dari AFP.

Menurut National Aphasia Association (NAA), gangguan afasia dialami oleh sekitar dua juta orang Amerika, menjadikan gangguan ini lebih umum daripada penyakit parkinson, cerebral palsy, atau distrofi otot.

Stroke atau cedera kepala menjadi penyebab paling umum pada penderita afasia. Meski afasia dapat memengaruhi produksi dan pemahaman kata-kata baik ucapan maupun tulisan, para ahli menekankan bahwa afasia biasanya tidak memengaruhi kecerdasan.

“Ada kemungkinan lain (penyebab afasia), seperti dari penyakit neurodegeneratif,” kata ilmuwan kognisi di Universitas Johns Hopkins, Brenda Rapp.

Rapp mengatakan bahwa sistem otak yang mengatur bahasa merupakan sesuatu yang kompleks yang melibatkan pemilihan kata yang tepat, menggerakkan mulut dengan tepat untuk menyuarakannya, dan di sisi lain mendengar dan menguraikan maknanya.

“Setiap orang kadang-kadang berjuang untuk menemukan kata yang tepat, tetapi Anda bisa membayangkan pada afasia, ini sering terjadi,” ujarnya.

BACA JUGA  Orang yang Terpapar Covid 19 Dapat Alami Gangguan Otak Serius

LEAVE A REPLY