Ilustrasi cegah stunting dengan perencanaan kehamilan yang matang (Foto: Sehatq.com)

ZNEWS.ID JAKARTA – Kehamilan yang tidak dipersiapkan dengan baik berisiko tinggi meningkatkan stunting karena kurangnya asupan gizi dan nutrisi pada ibu hamil dan terlalu dekatnya jarak antar kehamilan.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), Dr (HC) dr Hasto Wardoyo SpOG (K), mengatakan bahwa setiap kehamilan harus direncanakan dengan baik dan matang. Saat ini, prevalensi stunting pada bayi lahir sudah mencapai angka 23 persen.

“Oleh karena itu, pasangan usia subur diharapkan mendapatkan informasi dan sosialisasi yang cukup akan manfaat dan pentingnya penggunaan KB,” ujar Hasto dalam webinar, dilansir dari Antara, Selasa (15/2/2022).

Penggunaan alat kontrasepsi ini dinilai mampu menekan angka Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Perencanaan keluarga melalui penggunaan kontrasepsi modern juga sangat penting dalam mencegah stunting bagi penerus bangsa.

Dalam lima tahun terakhir, proporsi perempuan menikah yang tidak berpartisipasi dalam program Keluarga Berencana (KB) hampir selalu meningkat.

Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2020, angka perempuan menikah yang tidak berpartisipasi dalam program Keluarga Berencana meningkat menjadi 31,2 persen atau sejumlah 15,37 juta perempuan.

BACA JUGA  ASI Eksklusif Cegah Anak Stunting

LEAVE A REPLY