BANTEN – Jumlah rumah rusak terdampak gempa magnitudo 6,6 yang berpusat di Sumur, Pandeglang terus bertambah hingga 1.231 yang tersebar di tiga daerah di Provinsi Banten.

Data yang dihimpun BPBD Banten di Serang, Sabtu (15/1) sampai pukul 10.00 WIB, tidak ada korban jiwa dari kejadian gempa.

Namun jumlah bangunan rumah yang rusak di tiga daerah tersebut bertambah dari 738 menjadi sebanyak 1.231 unit, dengan rincian 226 rusak berat, 290 rusak sedang dan 715 rusak ringan.

Rumah rusak tersebut masing-masing di Kabupaten Pandeglang sebanyak 214 rusak berat, 269 rusak sedang dan 617 rusak ringan yang tersebar di 28 Kecamatan dan 123 desa.

Sedangkan di Kabupaten Lebak 12 rumah rusak berat, 12 rusak sedang dan 98 rusak ringan yang tersebar di 15 Kecamatan dan 32 desa. Sementara di Kabupaten Serang terdapat 9 rusak sedang yang tersebar di 3 kecamatan dan 4 desa.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Banten Nana Suryana mengatakan bagi masyarakat yang terdampak kerusakan rumah, sampai saat ini masih mengungsi ke sanak saudaranya yang tidak terdampak. “Kita belum membuka tenda pengungsian, karena masyarakat masih memilih untuk menetap di rumah saudaranya,” kata Nana, dilansir Antara.

Selain kerusakan rumah, dampak gempa bermagnitudo 6,6 itu juga mengakibatkan sejumlah bangunan sekolah, kantor pelayanan serta tempat ibadah rusak.

Di Kabupaten Pandeglang terdapat 13 sekolah, 14 Puskesmas, 4 sarana ibadah, 3 kantor pemerintahan, dan satu tempat usaha yang mengalami kerusakan.

Sementara untuk Kabupaten Lebak ada 5 sekolah yang rusak, 2 fasilitas umum dan 1 kantor desa. Sedangkan di Kabupaten Serang tidak ditemukan kerusakan.

BACA JUGA  DMC Dompet Dhuafa Turunkan Tim Respons Bantu Warga Terdampak Gempa Banten

LEAVE A REPLY