Ilustrasi sedekah. (Foto: Ist)

ZNEWS.ID JAKARTA – Sedekah adalah salah satu amalan sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Mengeluarkan sebagian harta kita bukan saja dilakukan melalui zakat, namun juga melalui sedekah. Untuk itu, banyak sekali anjuran Rasulullah SAW untuk umat Islam agar menunaikan sedekah di waktu lapang maupun di kala sempit.

Mengenai waktu bersedekah, Rasulullah SAW menyampaikan dalam hadis bahwa ada waktu-waktu utama untuk melaksanakan sedekah. Seperti hadis di bawah ini:

“Seseorang bertanya kepada Nabi shollallahu alaih wasallam: ‘Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdal?’ Beliau menjawab: ‘Kau bersedekah ketika kau masih dalam keadaan sehat lagi laba, kau sangat ingin menjadi kaya, dan khawatir miskin. Jangan kau tunda hingga ruh sudah sampai di kerongkongan, kau baru berpesan, ‘Untuk si fulan sekian, dan untuk si fulan sekian.’ Padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli waris).” (HR Bukhari)

Dari hadis tersebut, kita bisa mengambil beberapa poin inti mengenai waktu utama untuk sedekah menurut Rasulullah SAW. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Dalam Keadaan Sehat

Keadaan sehat sangat memungkinkan manusia untuk berbuat kebaikan. Selain itu, kita juga masih bisa untuk bekerja, mencari nafkah, dan rezeki. Kesehatan ini sangat patut untuk disyukuri. Bentuk syukur terbaik adalah dengan bersedekah, membagikan sebagian rezeki kita kepada orang lain yang membutuhkan.

2. Dalam Keadaan Ingin Menjadi Kaya

Orang yang ingin menjadi kaya sebenarnya baik. Ia bisa jadi berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan rezeki. Dan, saat mendapatkan rezeki itulah sedekah baik dilakukan. Namun, terkadang sangat ingin menjadi kaya, bisa juga karena dorongan hawa nafsu.

Dengan sedekah, kita diingatkan kembali bahwa sebenarnya harta yang banyak tidak menjamin kebahagiaan baik di dunia dan akhirat. Harta yang berkah dan memberikan manfaatlah yang sebenarnya lebih bernilai. Maka, sedekah bisa menjadi solusi.

LEAVE A REPLY