JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan sebanyak 10 sekolah di Jakarta terpaksa ditutup karena 12 siswa dan 2 pendidik  di sekolah tersebut terpapar Covid-19.

Namun dia menegaskan dari belasan kasus terasebut,  tak ada kasus varian Omicron di 10 sekolah tersebut.

“Jadi sejauh ini yang kami terima terkait Covid-19 ini masih umum, belum terima laporan dari sekolah ini kena Omicron. Mudah-mudahan tidak,” kata Riza, Kamis (13/1) malam, dilansir CNNIndonesia.

Dengan temuan kasus itu, menurut Riza belum ada urgensi pihaknya menghentikan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) di Jakarta. Sesuai aturan Pemerintah Pusat, kata dia, DKI Jakarta masih memenuhi syarat menerapkan PTM 100 persen.

Berikut rincian kasus Covid-19 pada siswa dan guru di Jakarta.
1. SDN Ceger 02 Pagi (3 peserta didik)
2. SDN Susukan 08 Pagi (1 peserta didik)
3. SDN Jati 01 Pagi (1 peserta didik)
4. SMP Islam Andalus (1 peserta didik)
5. SMP Labschool Jakarta (1 pendidik)
6. SMPN 252 Jakarta (1 peserta didik)
7. SMAN 71 Jakarta (1 peserta didik)
8. SMA Labschool Jakarta (2 peserta didik, 1 pendidik)
9. SMAN 20 Jakarta (1 peserta didik)
10. SMKS Malaka Jakarta (1 peserta didik)

Pemerintah telah membuat aturan terkait PTM yang tertuang dalam SKB 4 Menteri Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/6678, Nomor 443-5847 Tahun 2021.

Menurut aturan tersebut, penghentian PTM di satuan pendidikan sekurang-kurangnya dilakukan 14×24 jam apabila terjadi penularan Covid-19 dan zonasi daerah berubah warna menjadi hitam.

 

LEAVE A REPLY