Ilustrasi wakaf tunai. (Foto: kemenkopmk.go.id)

ZNEWS.ID JAKARTA – Wakaf tunai di Indonesia sedang menjadi buah bibir di kalangan masyarakat, khususnya yang memiliki minat ekonomi syariah. Anda tentu masih ingat saat Presiden Indonesia mendeklarasikan Gerakan Wakaf Uang untuk pembangunan sosial.

Peluncuran tersebut menimbulkan reaksi kaget karena investasi syariah seperti wakaf punya potensi yang sangat besar. Bak tambang emas, wakaf merupakan aset yang bersifat produktif, sehingga memang harus dijaga agar dapat digunakan secara berkelanjutan.

Produk wakaf uang menjadi hal yang baru dan belum semua orang paham. Tetapi, ini bisa menjadi terobosan yang akan menjadi gerakan di mana umat Islam akan memiliki sumber dana yang dapat membantu perekonomian masyarakat.

Literasi wakaf memang menjadi PR besar untuk umat Islam. Maka dari itu, tiada hari tanpa belajar supaya kita semua melek investasi dunia dan akhirat.

Menurut Bambang Suherman selaku Direktur Pengembangan Zakat dan Wakaf Dompet Dhuafa, terdapat tiga tantangan besar pengelolaan wakaf tunai di Indonesia.

1. Tantangan Literasi Wakaf Tunai di Indonesia

Bambang Suherman menjelaskan bahwa bias informasi yang ditangkap oleh masyarakat hari ini sangat dipengaruhi oleh terbatasnya literasi wakaf di Indonesia. Polemik ini harus dimanfaatkan untuk mendorong informasi tentang wakaf, seluas-luasnya sampai ke masyarakat.

Ketika presiden meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang, masyarakat terpecah menjadi dua, ada yang menganggap wakaf uang sebagai gerakan politik antara negara dengan umat Islam.

BACA JUGA  Dompet Dhuafa Terima Aset Wakaf 2 Rumah Panggung di Bukit Kemuning

LEAVE A REPLY