Ilustrasi penanganan pasien varian Omicron menurut pakar. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Tjandra Yoga Aditama, memberikan rekomendasinya terkait penanganan pasien Covid-19 varian Omicron.

“Untuk mereka yang orang tanpa gejala (OTG atau asimptomatik) dan tidak ada faktor risiko (bukan lansia, tidak ada komorbid) dapat saja dirawat di rumah, kalau memang rumah sakit sudah mulai akan penuh,” kata dia dilansir dari Antara, Kamis (13/1/2022).

Tjandra menjelaskan bahwa pasien tak bergejala dan dirawat di rumah harus memiliki ruang atau kamar yang sehat dan aman. Pihak keluarga pasien menguasai bagaimana menangani pasien yang ada di rumah seperti penyediaan makan, kebersihan, dan lainnya, pihak keluarga perlu memberikan dukungan moral dan sikap positif.

Pasien juga harus dalam pengawasan dokter, baik puskesmas, klinik setempat, atau memanfaatkan layanan telemedisin. Pasien perlu dimonitor keadaan kesehatan terkait ada tidaknya keluhan seperti demam, batuk, sesak napas, sakit kepala, nyeri tubuh, diare, lalu perburukan dari keluhan.

Monitor pada pasien juga mencakup alat, seperti termometer yang relatif mudah didapat, oximeter untuk mengetahui situasi oksigen di tubuh, alat tensimeter untuk mengukur tekanan darah.

“Monitor setidaknya dilakukan dua atau tiga kali sehari,” ujar Tjandra yang pernah menjabat sebagai Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu.

Kebutuhan sehari-hari pasien harus tetap terjaga baik misalnya makan dan minum yang baik, istirahat yang cukup, pakaian, dan tempat tidur yang memadai.

BACA JUGA  Dapur Umum Dompet Dhuafa Sediakan Ratusan Paket Makanan bagi Pasien Isoman

LEAVE A REPLY