Ilustrasi: Siswa SMART Ekselensia Indonesia Dompet Dhuafa. (smartekselensia.net)

Oleh: Muhammad Syafi’ie el-Bantanie (Direktur Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa, Founder dan CEO Ekselensia Tahfizh School)

ZNEWS.ID JAKARTA – Belakangan ini muncul persepsi pada sebagian pegiat zakat bahwa keberhasilan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dilihat dari kesuksesan program pemberdayaan ekonominya. Output program pemberdayaan ekonomi yang langsung terlihat pada peningkatan kesejahteraan mustahik bisa jadi pemikiran yang mendasarinya.

Dampaknya, tidak sedikit LAZ yang memberikan porsi penyaluran lebih besar pada program ekonomi ketimbang program lainnya, seperti pendidikan dan kesehatan. Sebetulnya, jika proporsinya masih wajar, tidak masalah. Sah saja. Namun, bisa menjadi masalah jika proporsinya tidak wajar alias timpang.

Cara pandang seperti ini berpotensi membuat LAZ terjebak pada economic mindset. Seolah keberhasilan LAZ hanya diukur dari kesuksesan program ekonominya.

Semestinya, pemberdayaan mustahik bisa dipandang lebih utuh sesuai dengan maqashid syariah. Sebagaimana ibadah lainnya dalam Islam, zakat juga tidak lepas dari maqashid syariah, yaitu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.

Tujuan tertinggi dalam maqashid syariah adalah menjaga agama. Yusuf Qardhawi, dalam Fikih Zakat, menerangkan tujuan akhir dari syariat zakat adalah menjadikan mustahik orang yang bertakwa. Artinya, terentaskan dari kemiskinan hanyalah tujuan antara. Jangan sampai tujuan antara tidak mengantarkan kepada tujuan akhir.

Mustahik yang terentaskan dari kemiskinan harta, namun tidak terentaskan dari kemiskinan agama, justru hartanya bisa berpotensi membahayakan dirinya. Pada titik ini, program pemberdayaan ekonomi sejatinya tidak berhasil. Tidak sampai kepada tujuan akhir syariat zakat.

Karena itu, semestinya LAZ proporsional dalam melakukan intervensi mustahik melalui program pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial untuk tercapainya maqashid syariah. Proporsional meniscayakan adanya besaran berbeda alokasi penyaluran zakat pada program-program tersebut, namun masih dalam skala wajar dan tidak ada ketimpangan.

BACA JUGA  Dompet Dhuafa Jatim Gulirkan Aksi Peduli Dampak Corona

LEAVE A REPLY