Sunarko, salah satu penyintas erupsi Gunung Semeru asal Dusun Kamarkanjang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, berbagi kisahnya saat detik-detik kejadian erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) lalu. (Foto: DMC DD)

ZNEWS.ID LUMAJANG – Sunarko, salah satu penyintas erupsi Gunung Semeru asal Dusun Kamarkanjang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, berbagi kisahnya saat detik-detik kejadian erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) lalu.

“Waktu kejadian erupsi, saya dan keluarga sedang berada di rumah. Tiba-tiba ada suara gemuruh dan mati listrik,” terang Sunarko (66), Senin (6/12/2021) kepada tim DMC Dompet Dhuafa.

Saat itu, waktu menunjuk pukul 14:30, Sunarko beserta keluarga sedang berada di rumah. Tidak lama kemudian, terdengar gemuruh keras yang diikuti dengan pemadaman listrik satu kecamatan.

Sunarko, salah satu penyintas erupsi Gunung Semeru asal Dusun Kamarkanjang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, berbagi kisahnya saat detik-detik kejadian erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) lalu. (Foto: DMC DD)

Bersusulan suara panik bercampur dengan hentakan kaki, warga berlari menuruni jalan. Namun, ada sebagian yang memutuskan tidak lari, salah satunya ialah keluarga Sunarko.

“Asap tebal dan debu-debu yang banyak. Ditambah dengan pemadaman listrik. Nah, di situ suasana menjadi gelap gulita,” kata Sunarko mencoba mengingat kembali saat kejadian erupsi.

Cucu Sunarko sempat memutuskan untuk berlari keluar mengikuti kepanikan warga. Namun, Sunarko berpesan untuk menunggu aman terkendali. Setelah itu, baru kemudian keluar dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Kita semua berkumpul di rumah sambil berdoa supaya cepat reda,” ujarnya.

BACA JUGA  LKC Dompet Dhuafa Turunkan Tim Cozi di Bencana Erupsi Semeru

LEAVE A REPLY