Wisata Pantai Nunuhu, Morotai. (Foto: Instagram.com/barrykusuma)

ZNEWS.ID JAKARTA – Sejumlah wilayah Indonesia bagian timur menjadi saksi bisu berkecamuknya Perang Dunia II. Terutama perseteruan pasukan Sekutu dengan tentara Jepang dalam menguasai kawasan Asia Pasifik.

Salah satunya adalah pulau di sebelah utara Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara. Namanya Pulau Morotai, tercatat dalam sejarah dunia ketika menjadi palagan Pasifik (Pacific Theatre) militer Jepang dengan sekutu.

Pulau seluas 2.330 kilometer persegi ini sebagian wilayahnya masih tertutup hutan lebat. Semula tentara Jepang menguasai pulau ini pada 1942 dengan membangun pangkalan militer, termasuk landasan udara di sekitar Pantai Daruba.

Morotai menjadi pintu masuk Jepang untuk menguasai wilayah Hindia Belanda, Filipina, dan sebagian Malaysia. Terlebih setelah peristiwa penyerangan pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbor, Hawaii, dan Clark, Filipina, pada 8 Desember 1941 yang menyulut amarah Negeri Pam Sam.

Wisata Museum Trikora dan Perang Dunia II, Morotai. (Foto: Instagram.com/riskytahir_)

Sejarawan Robert Ross Smith dalam The Approach to The Philippines terbitan 1953 mengungkapkan bahwa dalam rapat militer AS pada Juli 1944 di bawah pimpinan mantan Kepala Staf Angkatan Darat Douglas MacArthur di Hawaii, nama Morotai masuk dalam daftar lokasi untuk direbut dari tangan Jepang.

Ini sebagai tindak lanjut perintah Presiden Franklin Roosevelt kepada MacArthur beberapa hari sebelumnya. MacArthur, Panglima Tertinggi AS untuk kawasan Pasifik Barat Daya, memimpin pasukannya memasuki Morotai dari Biak pada 15 September 1944 lewat Operasi Tradewind.

Dengan kekuatan 57.020 pasukan gabungan bersama militer Inggris, Australia, dan Belanda, MacArthur berhasil memukul mundur ratusan prajurit Jepang lewat peperangan yang berlangsung hingga 4 Oktober 1994. Ratusan prajurit dari kedua pihak menjadi korban. Begitu pula dengan nasib alat-alat tempurnya.

BACA JUGA  Kasus COVID-19 Meningkat, Jepang akan Umumkan Kondisi Darurat

LEAVE A REPLY