Ilustrasi mafia tanah. (Foto: Antara)

ZNEWS.ID JAKARTA – Perbuatan yang dilakukan oleh mafia tanah merupakan tindakan perampasan hak orang lain. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), merampas adalah perbuatan mengambil dengan paksaan. Dalam hadis, merampas tanah orang lain diancam dengan dikalungkan di lehernya dari tujuh lapis bumi.

“Barangsiapa mengambil sedikit tanah dengan cara yang zalim, maka (Allah) akan mengalungkan kepadanya dari tujuh lapis bumi.”

Baik pelaku atau oknum yang tidak berhak atas kepemilikan, maka hukumannya sama saja, meskipun mengambil tanah hanya sedikit. Rasulullah SAW bersabda bahwa mafia tanah akan dibenamkan ke dalam tanah yang ia rampas pada hari kiamat hingga menembus tujuh lapis bumi.

Dari Salim dari ayahnya Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Barangsiapa yang mengambil tanah sedikit saja dengan cara yang tidak dibenarkan, maka ia dibenamkan ke dalam tanah tersebut pada hari kiamat hingga tujuh lapis bumi’.”

Tanah adalah masalah sosial yang klasik. Mafia tanah mengambil hak milik secara bermufakat jahat dengan upaya penggelapan aset. Surat tanah diambil tanpa diketahui dan seizin pemilik, lalu disalahgunakan dengan mengubah nama kepemilikan.

Kasus mafia tanah mengambil tanah secara paksa marak terjadi di Indonesia. Rata-rata pelaku adalah orang dalam atau terdekat dengan keluarga. Kemudian, oknum yang terlibat juga perlu ditindak tegas, seperti jika ada keterlibatan PPAT/notaris.

Mafia tanah tidak berhenti ketika aset sudah balik nama. Parahnya, pelaku dan oknum yang bersangkutan juga tidak sungkan menggunakan aset untuk keperluan pribadi yang menguntungkan. Dalam islam, tindakan tersebut termasuk zalim, seperti sabda Rasulullah SAW:

“Tidak ada hak bagi keringat orang yang zalim. Apabila ia mengolahnya, maka ia mengambil nafkahnya dan tanamannya bagi orang yang memiliki (tanah): Dari Rafi’ bin Khudaij bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menanam di atas tanah suatu kaum tanpa seizin mereka, maka ia tidak memiliki apa pun dari tanaman itu, namun ia mendapatkan nafkahnya’.”

BACA JUGA  Pahala Sedekah di saat Susah

LEAVE A REPLY