Ilustrasi: Pantauan udara pada lokasi terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. (Foto: BPBD Provinsi Jawa Timur)

ZNEWS.ID JAKARTA – Sabtu (14/12/2021), pukul 15.20 WIB, Gunung Semeru memuntahkan endapan magma dari dalam perut bumi. Larutan silika bersuhu tinggi terbang bersama kepulan asap tebal hingga meluas ke berbagai penjuru Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban meninggal dunia 15 orang. Jumlah korban jiwa tersebut berdasarkan data per hari ini, Senin (6/12/2021), pukul 11.10 WIB.

BNPB juga melaporkan jumlah warga yang masih dinyatakan hilang sebanyak 27 orang. Sementara, 5.205 jiwa penduduk terdampak guguran awan panas dan abu vulkanik. Fenomena alam itu mengakibatkan 1.300 jiwa penduduk harus mengungsi di empat pos yang tersebar di Kecamatan Pronojowo dan Candipuro.

Laporan dari Pusat Pengendalian dan Operasional (Pusdalops) BNPB melaporkan guguran awan panas dan abu vulkanik Semeru yang terbang pada ketinggian 50 ribu kaki mengakibatkan 56 orang luka-luka, sebanyak 35 di antaranya luka berat.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Eka Jusuf Singka, mengatakan bahwa korban luka berat didominasi luka bakar sehingga membutuhkan penanganan khusus dari dokter spesialis.

“Khusus luka bakar dievakuasi ke rumah sakit yang memenuhi syarat,” katanya.

Terdapat lima rumah sakit di Kabupaten Lumajang yang menjadi rujukan pasien luka bakar pada kondisi keparahan di atas 20 persen. Dinas kesehatan setempat juga menambah kapasitas pelayanan dengan melibatkan fasilitas rumah sakit dari Surabaya dan Malang untuk antisipasi lonjakan pasien.

Eka menambahkan, penanganan pasien luka bakar melibatkan dokter dari Persatuan Ahli Bedah Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia, Palang Merah Indonesia, dan seluruh lembaga swadaya masyarakat yang bekerja di bidang kesehatan.

BACA JUGA  Gejala Tak Khas Pneumonia pada Lansia dan Cara Mencegahnya

LEAVE A REPLY