Ilustrasi agar sedekah menjadi gaya hidup. (Foto: Shutter Stock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Begitu mudahnya kita menghabiskan uang di toko, swalayan, restoran, cafe, dan bioskop. Bahkan, kita rela mengeluarkan ratusan ribu sampai jutaan rupiah sekadar untuk pulsa.

Namun, begitu sulitnya mengeluarkan sejumlah uang yang sama untuk diberikan ke masjid, kotak infak, atau rekening sedekah secara rutin.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Salah satu alasannya adalah kita belum menjadikan zakat, infak, wakaf, dan sedekah sebagai gaya hidup. Sementara itu, pulsa gadget, makan di cafe, minum secangkir kopi seharga minimal lima puluh ribu, spa, dan sauna, sudah menjadi kebutuhan lifestyle alias gaya hidup bulanan.

Apa itu gaya hidup? Menurut Kotler (2002, p. 192) gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang ia ekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

Sedangkan menurut Minor dan Mowen (2002, p. 282), gaya hidup adalah cara bagaimana orang hidup, bagaimana membelanjakan uangnya, dan bagaimana ia mengalokasikan waktu.

Nah, pertanyaannya, bagaimana cara membuat sedekah menjadi gaya hidup kita? Di mana setiap kali mendapat uang, pertama sekali kita tidak akan terpikirkan mal atau gadget baru, melainkan zakat, infak atau sedekah.

Berikut ini beberapa tips membuat sedekah menjadi gaya hidup yang patut dicoba:

1. Gabung Komunitas Pencinta Sedekah

Lifestyle biasanya didorong juga oleh tuntutan lingkungan. Orang yang hidup dalam lingkungan hedon, misalnya menghamburkan uang untuk dugem (dunia gemerlap), maka lifestylenya akan ikut terpengaruh gaya hedonisme.

BACA JUGA  Jadikan Skrining sebagai Gaya Hidup untuk Cegah Kanker 

LEAVE A REPLY