Ilustrasi tantangan yang harus ditaklukan para penghafal Al-Qur’an. (Foto: etahfizh.org)

ZNEWS.ID JAKARTA – Menjadi penghafal Al-Qur’an berarti harus berjuang dengan penuh semangat untuk bisa menyelesaikan target-target hafalan. Sayang, banyak yang tumbang selagi berjuang di jalan tersebut sehingga menyisakan mereka yang terpilih saja.

Kalau kamu ingin menjadi penghafal Al-Qur’an, setidaknya harus tahu tiga tantangan yang harus dihadapi sepanjang perjalanan menghafal. Apa saja ketiga hal tersebut? Yuk, simak penjelasannya.

1. Komitmen dan Konsisten

Banyak orang yang ingin menjadi hafiz namun mereka tidak mampu berkomitmen. Hal ini sangat sulit karena seorang penghafal harus berkomitmen dengan target yang telah ditentukan.

Kamu juga harus berkomitmen untuk menjalankan jadwal yang telah disusun, meskipun itu sangat berat. Kepadatan aktivitas juga sangat memengaruhi komitmen dan konsistensi.

Jika kamu tidak memiliki komitmen dan daya juang untuk konsisten, semua akan menjadi sia-sia karena akan kesulitan dalam menyelesaikan target-target yang telah disusun.

2. Menjaga Hafalan

Tantangan selanjutnya bagi penghafal Al-Qur’an selain komitmen dan konsisten  adalah menjaga hafalan. Tantangan yang satu ini tidak bisa dianggap remeh, bahkan menjaga hafalan termasuk tantangan yang sangat berat.

Pasalnya, selain harus terus bergerak maju untuk menghafal, kamu juga harus mampu menjaga hafalan yang telah diselesaikan.

BACA JUGA  Hukum Konsistensi

LEAVE A REPLY