Ilustrasi. (Foto: makmalpendidikan.net)

Oleh: Rexzi Adi Prabowo (PM Bakti Nusa 9 Bandung)

ZNEWS.ID JAKARTA – Lant Pritchett, seorang profesor di Universitas Harvard, melakukan penelitian mengenai pendidikan dan mengatakan bahwa Indonesia butuh 128 tahun untuk bisa sejajar dengan rata-rata negara berkembang dan maju dalam sistem pendidikan.

Itu baru sejajar dengan rata-ratanya saja. Persoalannya, masalah-masalah pendidikan sudah dianggap sebagai kelaziman.

Salah satu cita-cita luhur kemerdekaan yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, seolah masih jauh dari kata ideal. Masih banyak permasalahan pendidikan yang menyelimuti Indonesia hingga kini.

Problematika Kualitas Pendidikan Indonesia

Pada pemetaan kualitas pendidikan, Indonesia masuk dalam peringkat 40 dari 40 negara Menurut lembaga The Learning Curve. Terpuruknya posisi Indonesia dalam pemetaan kualitas pendidikan tercermin dari kondisi kualitas pendidikan Indonesia yang masih rendah dan jauh tertinggal dari negara-negara lain.

Tentu, hal ini merupakan hal yang sangat memprihatinkan, melihat kualitas pendidikan akan memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Rendahnya kualitas pendidikan Indonesia disebabkan oleh beberapa penyebab, di antaranya adalah tidak efektifnya pelaksanaan pendidikan, efisiensi pengajaran yang belum terpenuhi (mahalnya biaya pendidikan, waktu yang digunakan, mutu pengajaran, dan lain-lain), serta standarisasi pendidikan yang tidak sesuai dengan kebutuhan .

Problematika Pemerataan Pendidikan Indonesia

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran pendidikan 20% dari APBN. Anggaran pendidikan direncanakan sebesar Rp487,9 Triliun, jumlah yang sangat besar. Tetapi, berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada 2016, ada sekitar 4,3 juta anak yang tak mengenyam pendidikan dasar sembilan tahun.

BACA JUGA  Adakah Iman dalam Kurikulum Pendidikan?

LEAVE A REPLY