Ilustrasi: Dompet Dhuafa Banten rutin memberikan santunan kepada anak yatim setiap bulan. (Foto: DD Banten)

ZNEWS.ID JAKARTA – Sedekah menurut bahasa berasal dari kata “shidqoh” yang artinya benar. Nabi Muhammad menuturkan bahwa sedekah adalah perwujudan dan bukti keimanan seseorang, termasuk sedekah jariyah.

Sedekah jariyah adalah amalan sedekah yang pahalanya tidak pernah putus. Hadis sedekah jariyah diriwayatkan dari Abu Hurairah, yaitu:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : إِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak saleh yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR Muslim, no 1631)

Sedekah tidak mengenal golongan kelas masyarakat karena siapapun bisa berbuat baik dan menghasilkan dampak bagi orang lain sekecil apapun.

Contohnya, sedekah senyum saat disapa, peduli kepada rekan yang kesulitan, berbagi kepada anak yatim dan disabilitas, hingga materiil untuk pemberdayaan, pemulihan, hingga upaya peningkatan produktivitas masyarakat saat pandemi.

Selain mendapatkan pahala yang mengalir terus-menerus, ada tiga manfaat lainnya yang masih jarang diketahui banyak orang.

1. Meraih Hidup yang Berkah

Dari mana rezeki berasal? Sesungguhnya, setiap makhluk hidup di muka bumi ini; hewan, tumbuhan, manusia, adalah perpanjangan rezeki Allah. Saat sedekah, Anda juga menjalin hubungan jangka panjang dengan cara berinteraksi seperti donasi bersama atau menengok keadaannya.

BACA JUGA  Rahasia Sedekah untuk Hidup Semakin Berkah

LEAVE A REPLY