Ilustrasi. (Foto: Qiswah Tour)

ZNEWS.ID JAKARTA – Urgensi mengetahui petunjuk yang dibawa Rasulullah SAW tidak bisa ditawar lagi. Sebab, tidak ada jalan untuk mendapatkan keberuntungan kecuali lewat petunjuk itu.

Baik dan buruk tidak bisa dikenali secara terinci kecuali dari sisi petunjuk itu. Apapun kebutuhan yang datang, urgensi hamba dan kebutuhannya terhadap Rasul jauh lebih penting.

Apa pendapatmu tentang orang yang engkau pun sudah putus asa untuk memberinya petunjuk? Tidak ada yang bisa merasakan hal ini kecuali hati yang hidup. Sebab, orang yang mati tidak lagi merasakan sakit.

Jika kebahagiaan tergantung kepada petunjuk Rasulullah SAW, maka siapapun yang menginginkan keselamatan bagi dirinya harus mengenal dan mengetahui petunjuk, sirah, dan keadaan beliau, agar dia terbebas dari jerat orang orang yang bodoh.

Dalam hal ini manusia ada yang mendapat sedikit, mendapat banyak, dan ada pula yang sama sekali tidak mendapatkannya. Karunia hanya ada di tangan Allah, yang diberikan kepada siapa pun yang dikehendakiNya.

Tuntunan Rasulullah

Ada perbedaan pendapat, apakah Rasulullah SAW sudah dalam keadaan dikhitan semenjak lahir, ataukah dikhitan malaikat pada saat dada beliau dibelah, ataukah kakeknya, Abdul Muththalib, yang mengkhitan.

Beliau suka mendahulukan yang kanan ketika mengenakan sandal, ketika memulai jalan, bersuci, mengambil, dan memberi. Tangan kanan beliau digunakan untuk makan, minum, dan bersuci, sedangkan tangan kiri digunakan untuk membersihkan kotoran ketika di kamar kecil, umpamanya.

BACA JUGA  Tuntunan Rasulullah dalam Bermuamalah

LEAVE A REPLY