Angkringan Djampang merupakan unit UMKM binaan Zona Madina Dompet Dhuafa yang memberikan sajian baru bagi para pengunjung dan sedang digandrungi kawula muda. (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID BOGOR – Ada yang berbeda ketika berkunjung ke area Zona Madina Dompet Dhuafa pada malam hari. Tidak seperti biasanya, terlihat beberapa pengunjung sedang bersantai dan menyantap beberapa hidangan di atas sofa bean bag.

Ternyata, ada destinasi baru yaitu Angkringan Djampang yang sedang digandrungi kawula muda untuk berkumpul dan bercengkerama. Angkringan Djampang merupakan unit UMKM binaan Zona Madina Dompet Dhuafa untuk memberikan sajian baru bagi para pengunjung.

Mengusung konsep estetik masa kini, Angkringan Djampang mencoba menarik perhatian para pencinta kuliner malam hari di kawasan Parung, Bogor, dan sekitarnya.

Angkringan Djampang merupakan unit UMKM binaan Zona Madina Dompet Dhuafa yang memberikan sajian baru bagi para pengunjung dan sedang digandrungi kawula muda. (Foto: Dompet Dhuafa)

Tidak sekadar unit usaha, Angkringan Djampang merupakan aspek pemberdayaan melibatkan kreativitas masyarakat untuk membuat suatu produk yang mampu berdampak pada peningkatan ekonomi serta kesejahteraan mereka.

Ini merupakan hasil dari pelatihan yang selama ini dilakukan Zona Madina Dompet Dhuafa kepada masyarakat dengan melihat peluang dan potensi diri.

Angkringan Djampang merupakan unit UMKM binaan Zona Madina Dompet Dhuafa yang memberikan sajian baru bagi para pengunjung dan sedang digandrungi kawula muda. (Foto: Dompet Dhuafa)

Direktur Zona Madina Dompet Dhuafa, Udhi Tri Kurniawan, menjelaskan bahwa Angkringan Djampang merupakan aspek hilir dari proses pemberdayaan di hulu. Proses pemberdayaan di hulu itu melatih masyarakat untuk membuat produk. Lalu, produk tersebut digeser ke konsumen, salah satunya dalam bentuk angkringan ini.

“Kita berharap dengan munculnya transaksi dari unit ekonomi ini secara langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat yang terlibat. Ada yang buat nasi bakar, aneka sate, tahu, tempe, dan minuman hangat. Itu melibatkan masyarakat secara langsung,” jelas Udhi.

BACA JUGA  Memacu UMKM lewat Integrasi Transportasi

LEAVE A REPLY