Ilustrasi toilet. (Foto: pexels.com/Hafidz Alifuddin)

ZNEWS.ID JAKARTA – Urgensi mengetahui petunjuk yang dibawa Rasulullah SAW menjadi kebutuhan hamba yang tidak bisa ditawar lagi. Sebab, tidak ada jalan untuk mendapatkan keberuntungan kecuali lewat petunjuk itu.

Baik dan buruk tidak bisa dikenali secara rinci kecuali dari sisi petunjuknya. Apapun kebutuhan yang datang, urgensi hamba dan kebutuhannya terhadap Rasul jauh lebih penting.

Apa pendapatmu tentang orang yang engkau pun sudah putus asa untuk memberinya petunjuk? Tidak ada yang bisa merasakan hal ini kecuali hati yang hidup. Sebab orang yang mati tidak lagi merasakan sakit.

Jika kebahagiaan tergantung kepada petunjuk Rasulullah SAW, maka siapapun yang menginginkan keselamatan bagi dirinya harus mengenal dan mengetahui petunjuk, sirah, dan keadaan beliau, agar dia terbebas dari jerat orang orang yang bodoh.

Dalam hal ini, manusia ada yang mendapat sedikit, mendapat banyak, dan ada pula yang sama sekali tidak mendapatkannya. Karunia hanya ada di tangan Allah, yang diberikan kepada siapa pun yang dikehendakiNya.

Tuntunan Rasulullah

Jika hendak masuk kamar kecil, maka beliau mengucapkan, “Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kotoran dan segala hal yang kotor (Allahumma ini a’udzu bika minal hubutsi wal khobaits).” (Diriwayatlan Al Bukhari dan Muslim)

Jika keluar dari kamar kecil, beliau mengucapkan, “AmpunanMu [yang kuharapkan] (gufronakalhamdu).”

BACA JUGA  Sejarah Nuzulul Qur'an pada 17 Ramadan, Bermula dari Kegelisahan Rasulullah

LEAVE A REPLY