Ilustrasi mengasah empati dan sosialisasi anak. (Foto: Freepik)

ZNEWS.ID JAKARTA – Psikolog Klinis Fungsional RSUP Dr Sardjito, DR Indria Laksmi Gamayanti MSi, mengatakan bahwa kemampuan berempati dan bersosialisasi pada anak-anak perlu diasah untuk meminimalisasi dampak negatif dari digitalisasi.

​“Hal yang paling sederhana keterampilan orang untuk bersosialisasi bisa menjadi berkurang. Kalau ini (terjadi) sejak kecil, dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan berempati dan bersosialisasi,” ujarnya dalam webinar, dilansir dari Antara, Jumat (26/11/2021).

Terlebih, digitalisasi di masa pandemi menjadikan pertemuan tatap muka sebagai sesuatu kelaziman. Sehingga, orang menjadi lebih nyaman dengan situasi yang serba digital dan tidak mengharuskan bertemu secara langsung dengan orang lain.

Manurut Gamayanti, banyak anak-anak yang mengalami berbagai keluhan akibat perubahan proses pembelajaran menjadi daring, hal tersebut juga ditemukan oleh Satgas IPK Indonesia untuk penanggulangan Covid-19.

“Banyak anak yang cemas, harus menyesuaikan diri, terlebih untuk anak-anak berkebutuhan khusus, mereka sulit sekali untuk menyesuaikan diri dengan sistem belajar online,” tutunya.

Sebagai psikolog klinis, sejumlah upaya telah dilakukan untuk menjawab permasalahan tersebut, seperti melakukan konseling melalui orang tua dan guru serta melakukan terapi secara langsung pada anak-anak, baik secara daring maupun luring.

“Walaupun (saat ini) kita terpaksa online, tetapi kita bisa mengajak beberapa remaja untuk berdiskusi bersama kemudian dipandu sehingga mereka juga bisa menceritakan pengalamannya dan bermain bersama secara daring,” katanya.

LEAVE A REPLY