Ilustrasi salat. (Foto: ibtimes.co.uk)

ZNEWS.ID JAKARTA – Para ulama mengatakan bahwa melaksanakan salat dalam keadaan mengantuk hukumnya tetap sah, namun makruh. Meskipun sah, salat dalam keadaan mengantuk dihindari.

Terdapat beberapa hadis yang dijadikan dalil oleh para ulama mengenai kemakruhan salat dalam keadaan mengantuk. Di antaranya adalah hadis riwayat Imam Bukhari, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

إِذَا نَعَسَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ يُصَلِّى فَلْيَرْقُدْ حَتَّى يَذْهَبَ عَنْهُ النَّوْمُ ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا صَلَّى وَهُوَ نَاعِسٌ لاَ يَدْرِى لَعَلَّهُ يَسْتَغْفِرُ فَيَسُبَّ نَفْسَهُ

“Jika salah seorang di antara kalian dalam keadaan mengantuk dalam salatnya, hendaklah ia tidur terlebih dulu hingga hilang ngantuknya. Karena jika salah seorang di antara kalian tetap salat, sedangkan ia dalam keadaan mengantuk, ia tidak akan tahu, mungkin ia bermaksud meminta ampun tetapi ternyata ia malah mencela dirinya sendiri.”

Oleh karenanya, kalau waktu salat masih panjang, sementara kita dalam keadaan lelah dan mengantuk, sebaiknya istirahat terlebih dulu sampai hilang kantuknya. Lalu, menjalankan salat. Namun, kalau waktunya sempit, diupayakan agar salat dilaksanakan dengan baik.

Dalam konsep fikih mazhab Syafii, tertidur dianggap sebagai salah satu di antara hal yang berpotensi membatalkan wudu.

Dengan catatan, jika orang yang tertidur tersebut berada dalam posisi berbaring, menelungkup, duduk sambil bersandar kepada sesuatu, atau berdiri. Jadi, sebaiknya salatnya diulangi. Wallahu a’lam bish-showab. (ddhk.org)

Oleh: Ustaz H Ahmad Fauzi Qosim

BACA JUGA  Hukum Berbicara ketika Wudu atau Menjedanya

LEAVE A REPLY