Ilustrasi melindungi kesehatan mental keluarga di masa pandemi. (Foto: Stanfordchildrens)

ZNEWS.ID JAKARTA – Semua aspek kehidupan berubah sejak pertama kali virus Corona masuk ke Indonesia awal 2020 silam. Tak hanya kesehatan fisik yang terserang, kesehatan mental juga ikut terdampak.

Dalam urusan keluarga, orang tua dan anak-anak, khususnya para remaja, kerap kali kesulitan beradaptasi dengan kondisi pandemi akibat virus SARS-Cov2 ini.

Untuk menyikapi hal ini, UNICEF bersama Ahli Psikologi remaja yang juga penulis best-seller dan kolumnis bulanan New York Times, Dr Lisa Damour  mengungkap beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental selama masa pandemi.

1. Rasa Cemas adalah Normal

Ilustrasi melindungi kesehatan mental keluarga di masa pandemi. (Foto: twitter.com/kiss100kenya)

Hal pertama yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah mengatakan kepada anak remaja mereka bahwa merasa cemas itu normal. Pasalnya, banyak para remaja yang mengira kecemasan adalah tanda dari gangguan mental.

“Padahal, kenyataannya para psikolog sudah lama menyadari bahwa kecemasan adalah fungsi normal dan sehat yang bisa membuat kita waspada terhadap ancaman, dan membantu kita untuk mengambil tindakan untuk melindungi diri,” kata Lisa.

Oleh karenanya, ia mengungkapkan para remaja tersebut akan terbantu jika orang tua bisa menenangkannya dengan menjelaskan bahwa rasa cemas yang tengah dihadapi merupakan hal yang masuk akal.

“Kamu memang sudah seharusnya merasa seperti itu. Dan, kecemasan itu akan membantumu membuat keputusan yang perlu dibuat saat ini,” ungkap Lisa.

BACA JUGA  Bermain dengan Anak Bisa Kurangi Stres

LEAVE A REPLY