Ilustrasi: Dompet Dhuafa Yogyakarta melalui program Keluarga Tangguh memberikan bantuan kepada 15 penerima manfaat dengan berbagai jenis usaha. (Foto: DD Yogyakarta)

Oleh: Baratadewa Sakti P (Praktisi Keuangan Keluarga dan Pendamping Bisnis UMKM)

ZNEWS.ID JAKARTA – Sosok pahlawan tidak hanya melekat kepada mereka yang berjuang melawan penjajah. Mereka yang rela berkorban serta berjuang untuk membela orang-orang lemah dan tertindas serta melindungi orang-orang di sekitarnya, atau memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang dicintainya juga pantas disematkan gelar pahlawan.

Pribadi-pribadi bersifat pahlawan ini banyak di sekitar kita. Mereka memiliki karakter kokoh yang tak lelah berjuang untuk melindungi.

Lantas, bagaimana dengan seseorang yang berjuang dalam membangun dan menjaga keutuhan keluarga? Apakah orang tersebut juga dapat disebut sebagai pahlawan?

Ayah beserta ibu yang umumnya senantiasa bersama sejak kecil dalam kehidupan sehari-hari kita. Tentu juga memiliki kesamaan konteks dengan para pejuang yang bergelar pahlawan.

Dalam konteks masa kini, semangat kepahlawanan mempertahankan bangsa dan negara itu dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara mempertahankan kesatuan dan kelanggengan rumah tangga dalam suatu wadah yang disebut dengan keluarga.

Ayah yang umumnya bertugas mencari nafkah, atau ibu dan boleh jadi kakak yang oleh suatu hal harus menjalani takdir sebagai pencari nafkah di sebagian kisah cerita kehidupan keluarga-keluarga di Indonesia. Kemudian, memilih jalan sebagai entrepreneur untuk menjadi ujung tombak keluarganya dalam mengarungi kehidupan sehari-hari.

Pasti butuh tujuan dan motivasi yang jelas, yaitu memiliki kehidupan yang sehat, bahagia, makmur, dan sejahtera. Namun, penelitian dari Universitas Tennessee di Amerika Serikat tahun 2013, menyatakan bahwa lebih dari 80 persen bisnis gagal saat masuk tahun ke-3.

BACA JUGA  KBUU dan IDAQU Siap Cetak Entrepreneur Muslim Berkarakter Qur’ani

LEAVE A REPLY