Ilustrasi: Dompet Dhuafa Waspada membagikan masker dan hand sanitizer kepada para pedagang, pembeli, tukang becak, dan masyarakat lainnya yang tidak menggunakan masker di pasar yang bertempat di Jalan Besar Tembung, Medan, Sumatra Utara. (Foto: DD Waspada)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dokter spesialis paru dan pernapasan, dr Indra Yovi, mengingatkan agar masyarakat tidak lengah di saat landainya kasus Covid-19 di Indonesia. Karena, pandemi belum berakhir, kasusnya di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia juga masih tinggi.

“Pandemi belum berakhir. Permasalahan utamanya negara-negara tetangga kita masih banyak, Singapura dua ribu sampai tiga ribu kasus per hari, Malaysia 4 ribu sampai 5 ribu kasus per hari,” kata Indra dalam diskusi daring, dilansir dari Antara, Rabu (24/11/2021).

Dia mengingatkan bahwa di negara tetangga seperti Singapura bahkan persentase keterisian ruang ICU untuk pasien Covid-19 berkisar di atas 50 persen dan tertinggi pernah mencapai 68 persen.

Oleh karena itu, Indra berpendapat bahwa pengetatan kebijakan pergerakan masyarakat mulai diberlakukan guna mencegah terjadinya lonjakan kasus. Khususnya, pada periode libur Natal dan Tahun Baru di mana mobilitas masyarakat akan meningkat.

“Ini memang menjadi dasar juga kenapa kita harus memberikan kebijakan-kebijakan yang berbeda dibandingkan kondisi sekarang dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Indra juga mengakui bahwa kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini adalah yang paling nyaman untuk beraktivitas, dilihat dari jumlah akumulasi kasus positif yang cenderung menurun, stagnan, dan rendah sekali. Selain itu, okupansi rumah sakit di bawah 5 persen dan angka kematian yang rendah.

Indra yang juga Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Riau mengungkapkan bahwa saking landainya kasus, saat ini jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit sangat rendah. Bahkan, hampir tidak ada.

“Saya pribadi melihat sebulan terakhir terutama di Provinsi Riau, itu kasus pasien yang dirawat cenderung sangat-sangat rendah. Seperti di rumah sakit tempat saya bekerja itu jumlahnya nol, tidak ada pasien yang kami rawat,” katanya.

BACA JUGA  Positif Corona Bertambah 6.740, Kasus di DKI Jakarta Kembali di Atas 2.000

LEAVE A REPLY