Ilustrasi cryptocurrency. (Pixabay/Geralt)

ZNEWS.ID JAKARTA – Penggunaan cryptocurrency atau mata uang kripto di berbagai negara masih banyak mengundang pro dan kontra, termasuk di Indonesia. Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia menetapkan fatwa haram untuk cryptocurrency karena mengandung ketidakpastian.

Namun, cryptocurrency sebagai komoditi/aset yang memenuhi syarat “sil’ah”, memiliki underlying serta punya manfaat jelas, maka hukumnya sah untuk diperjualbelikan Di balik pro-kontra itu, terdapat beberapa hal positif dari mata uang kripto, berikut ulasannya dilansir dari siaran resmi, Selasa.

Penanangan Covid-19 di India

Salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, telah membakar 90 persen kepemilikan koin Shiba Inu (SHIB) senilai 6,7 miliar dolar AS. Buterin memberikan 50 triliun token SHIB (senilai sekitar 1,2 miliar dolar AS saat itu) untuk dana bantuan Covid-19 India yang didirikan oleh pendiri Polygon yaitu Sandeep Nailwal.

Buterin mentransfer 500 ethereum dan 50 triliun koin “meme Shiba inu” ke dalam dana tersebut. Selain Buterin, pemain kriket Australia Brett Lee menyumbangkan satu bitcoin untuk dana bantuan Covid-19 di India pada 28 April 2021.

Selain Ethereum, Shiba inu, dan Bitcoin, donasi itu juga menerima mata uang kripto Ripple, Dogecoin, dan Tron. Kripto yang diterima kemudian dikonversi ke mata uang rupee India untuk membeli oksigen, makanan, vaksin, dan peralatan medis.

Bantu Pembangunan 10 Masjid

Eko Wahyanto mendapatkan keuntungan dari hasil trading kripto yang dimulai pada 2012. Sebelumnya, ia mengalami krisis keuangan keluarga yang memaksanya meninggalkan Cilacap, Jawa Tengah, untuk pergi ke Bandung demi belajar menjahit dan bekerja. Namun, ia justru mengalami pemutusan hubungan kerja di sana.

Setelah bekerja di berbagai profesi, dari MLM hingga asuransi, ia kemudian berkenalan dengan investasi kripto yang memberinya keuntungan. Eko dan komunitasnya sepakat memberikan 20 persen keuntungan dari investasi cryptocurrency untuk membantu pembangunan masjid dan musala.

BACA JUGA  Tingkatkan Kualitas Dakwah, MUI akan Lakukan Standarisasi Dai

LEAVE A REPLY