Ilustrasi zakat. (Foto: zakat.or.id)

ZNEWS.ID JAKARTA – Setiap pekerjaan yang penting tentu memiliki perhitungan yang detail tentang pemasukan dan pengeluarannya beserta untung dan ruginya. Oleh karena itu, kita bisa menghitung besarnya zakat penghasilan atau lebih dikenal sebagai zakat profesi dengan tepat.

Zakat profesi adalah sesuatu yang dikenakan pada setiap pekerjaan, baik yang dilakukan sendiri maupun bersama orang atau lembaga lain, serta mendatangkan penghasilan (uang) halal yang telah memenuhi nishab.

Zakat profesi atau zakat pendapatan adalah zakat harta yang dikeluarkan dari hasil pendapatan seseorang atau profesinya bila ia telah mencapai nisab. Seperti pegawai negeri sipil, karyawan swasta, dokter, arsitek dan lain-lain.

Mengapa profesi kita terkena pajak? Karena, penghasilan yang kita miliki bukan murni hasil jerih payah kita sendiri. Masih ada peran serta pihak lain, terutama karyawan, yang mendukung kesuksesan usaha. Maka, sudah sepantasnya bila kita menyisihkan sebagian penghasilan sebagai hak mereka.

Lalu, apakah semua profesi terkena zakat? Berapakah nisab zakat profesi? Menurut pendapat sebagian besar ulama saat ini, zakat profesi disamakan dengan zakat hasil pertanian. Maka  nisab yang berlaku juga sama, yaitu senilai 653 kg padi atau gandum.

Allah Subhana Wa Taala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah (zakatkanlah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik…” (QS Al Baqarah: 267)

Ayat di atas menunjukan lafaz atau kata yang masih umum: dari hasil usaha apa saja, “…infakkanlah (zakatkanlah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik, …” dan dalam ilmu fikih terdapat kaidah “Al “ibrotu bi Umumi lafdzi laa bi khususi sabab”, “bahwa ibroh (pengambilan makna) itu dari keumuman katanya bukan dengan kekhususan sebab.”

BACA JUGA  Perlukah Zakat Profesi?

LEAVE A REPLY