Ilustrasi fitnah wanita. (Foto: Shutterstock.com)

Oleh: Ustazah Nur Hamidah Lc MAg

ZNEWS.ID JAKARTA – Menurut kamus Bahasa Indonesia, fitnah bermakna bencana yang identik membawa kerugian dan kesialan. Sedangkan, menurut Bahasa Arab, kata fitnah sinonim dengan bala dan musibah.

Dalam Islam, ada tiga karakteristik yang mengacu kepada wanita. Yakni, al untsa: betina (QS 49:13), al mar’ah: wanita (QS 4: 128), dan an nisa: perempuan (nama surah).

Dalam hal disebut sebagai al untsa, merupakan panggilan jenis kelamin. Hal itu terkait dengan:

  1. Menunjukkan organ kewanitaan yang merupakan hak prerogatif Allah SWT.
  2. Menunjukkan fungsi reproduksi manusia (vagina dan rahim).
  3. Aplikasi hukum warisan.
  4. Pengenalan mahram dan batasannya.

Dalam hal disebut sebagai al mar’ah atau imr’oah, merupakan panggilan peran domestik. Hal itu terkait dengan:

  1. Panggilan status istri.
  2. Hukum mengikat dalam urusan rumah tangga (sumur, kasur, dan dapur).
  3. Tanggung jawab utama perempuan yaitu di rumah.

Sedangakan, dalam hal disebut sebagai an nisa’, merupakan panggilan peran sosial. Hal itu terkait dengan:

  1. Mencakup totalitas kehidupan personal, keluarga, dan bermasyarakat.
  2. Surah yang diturunkan untuk memperbaiki budaya dan peradaban Romawi, Persia, dan Jahiliyah yang mendiskreditkan para wanita.
  3. Membahas kandungan ilmu yang sempurna agar para muslimah menjadi “surah An Nisa yang berjalan”.

LEAVE A REPLY