Gempa Bali. (Foto: DMC DD)

ZNEWS.ID, JAKARTA – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali I Made Rentin menyebutkan gempa bumi dengan magnitudo 4,8 yang terjadi pada Kabupaten Karangasem dan Bangli di Bali pada Sabtu (16/10) telah menyebabkan kerugian mencapai Rp66,942 miliar lebih.

“Update sampai dengan hari ini pukul 07.00 di pagi hari, total perhitungan cepat yang dilakukan teman-teman kami di dua kabupaten diperkiraan jumlah kerugian mencapai Rp66.942.600.000 miliar,” kata Rentin dalam Konferensi Pers Update Situasi dan Penangana Gempa Karangasem Provinsi Bali yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat.

Rentin menjelaskan berdasarkan laporan terakhir yang diterima, delapan titik longsor yang dilaporkan telah menyebabkan ruas jalan menuju Desa Trunyan dan Desa Abang Batudinding tertutup, kini telah dibersihkan sehingga akses menuju desa kembali bisa dilewati.

Namun, meskipun jalan tersebut telah dibersihkan, pihaknya merasa jalan menuju dua desa belum bisa mengizinkan masyarakat untuk melewati ruas jalan itu karena dinilai masih relatif rentan akan terjadinya longsor susulan.

“Tim di lapangan memutuskan belum bisa dibuka untuk akses umum sementara waktu. Hanya petugas secara penuh kehati-hatian, untuk melakukan mobilitas menuju akses kedua desa yaitu Desa Trunyan dan Desa Abang Batudinding,” ujar dia.

Rentin juga menyebutkan, akibat gempa tersebut hingga hari ini tercatat tiga orang dinyatakan meninggal dunia yakni satu orang di Karangasem dan dua orang di Bangli.

Ia merincikan, tiga orang mengalami luka berat, lima orang mengalami luka ringan di Kabupaten Bangli. Sedangkan pada Kabupaten Karangasem, sembilan orang dinyatakan luka berat dan 115 orang luka ringan.

BACA JUGA  Kerugian Material Gempa Karangasem Capai Hampir Rp1 Miliar

LEAVE A REPLY