Ilustrasi zakat. (Foto: zakat.or.id)

ZNEWS.ID  JAKARTA – Sebagai muslim, zakat menjadi kewajiban setiap insan. Jika harta seorang muslim sudah sampai nisabnya, wajib menunaikan rukun Islam keempat tersebut.

Namun, belum banyak yang tahu mengenai sejarahnya. Berikut ulasan singkat tiga fase sejarah zakat.

Fase pertama, perintah zakat telah ada dari masa Rasulullah SAW masih di Makkah. Hanya saja, belum ada ketentuan spesifik terkait dengan waktu dan kadarnya. Penjelasan tersebut bisa dilihat pada tafsir Ibnu Katsir pada ayat 20 surah Al-Muzzammil.

Fase kedua, akad fitrah atau Shadaqathul fitrah (zakat memberi makan) yang diperintahkan pada tahun kedua Hijriah setelah perintah puasa.

Hal tersebut berdasarkan pada hadis, “Rasulullah SAW memerintahkan kepada kami untuk mengeluarkan shadaqatul fithr (zakat fitrah) sebelum perintah zakat (zakat harta),” (HR Nasa’i)

Fase ketiga, perintah zakat harta sebagai penambah zakat fitrah yang telah diperintahkan sebelumnya. Sebagian ulama berpendapat bahwa perintah tersebut juga pada tahun kedua.

Ibnu Katsir menjelaskan hal tersebut pada tafsir surah Al-An’am ayat 141: (Dan berikanlah haknya pada hari ketika panennya). Kata haknya (haqqahu), sebagian besar ulama tafsir adalah zakat wajib. Demikian pula, hal tersebut bisa dilihat pada tafsir Al-Qurthubi tentang ayat 141 dari surah Al-An’am.

Oleh: Ustaz H Ahmad Fauzi Qosim

BACA JUGA  Dompet Dhuafa Yogyakarta Tebar 150 Paket Parsel Ramadan

LEAVE A REPLY